Monday, December 27, 2010

curhat#1

hari ini dunia dengan segala jenis toksik didalamnya --terutama yang paling mematikan bernama "hubungan antar-manusia"-- telah membuat playlist winamp saya lebih terdengar seperti obituari daripada lulabi malam ini..

Sunday, December 26, 2010

F for Family

Sebenarnya sudah sejak lama saya ingin menulis tentang keluarga saya, tetapi karena menulis sesuatu tentang keluarga itu jauh lebih sulit daripada menulis resensi sebuah film atau curhatan tidak penting, baru kali ini saya bisa merealisasikannya.

Saya sepakat dengan salah satu kakak saya yang mengatakan kami hidup dalam keluarga yang amat sangat jarang memverbalkan rasa kasih dan sayang. Bahkan saya tidak ingat apakah kami pernah mengatakan "aku sayang kamu" satu sama lain. Karena kepedulian dan perhatian jauh lebih penting daripada kata-kata artifisial semacam itu, begitu yang dikatakan kakak saya.

Momen terbaik yang saya miliki tentang keluarga saya adalah ketika kami berkumpul di rumah kami yang lama, di sebuah ruang yang berfungsi sebagai ruang tamu, ruang keluarga, ruang mengerjakan PR, ruang menonton TV, atau bahkan ruang tidur karena rumah lama kami tidak memiliki banyak ruangan. Kami duduk di sofa butut yang kulitnya sudah mengelupas disana-sini yang warnanya beberapa kali diganti --seingat saya terakhir kali warnanya biru-- sambil minum teh panas dalam gelas besar yang sebenarnya dibuatkan oleh ibu saya untuk ayah saya, tapi saya dan kakak-kakak saya sangat senang minum dari situ, walau kadang daun dan batang tehnya menyelip di gigi saya.

Puluhan tahun yang lalu ayah saya pergi merantau dari desanya yang tenang menuju Bandung yang katanya menjanjikan kehidupan yang lebih baik. Ayah saya mencoba bekerja apa saja disana, dari mulai supir angkot, supir taksi, supir sebuah perusahaan farmasi sampai akhirnya terakhir menjadi Kepala Bagian ekspor-impor di perusahaan yang sama sebelum akhirnya pensiun dan belakangan kembali bekerja di sebuah perusahaan kecil karena mungkin beliau mengalami post-power syndrome.

Suatu hari ketika saya kecil ayah saya menggendong saya di bahunya, kemudian beliau menunjuk bulan purnama dan bilang "liat bulannya? kalo kita diem dia juga diem" kemudian ayah saya berjalan dan bilang "liat bulannya? walau kita jalan bulannya tetep diem". Waktu itu saya tidak mengerti apa maksudnya, yang jelas sejak itu saya selalu tertarik dengan benda-benda angkasa. Ayah saya adalah orang pertama yang mengajak saya shalal berjamaah. Setiap Maghrib beliau selalu menyuruh saya masuk kamarnya dan shalat bersamanya, sesuatu yang saya sebenarnya tidak suka, karena tepat jam 6 Dragon Ball mulai di TV, dan saya biasanya terlewat cukup banyak adegan karena ayah saya shalatnya lama.

Saya selalu menyukai cara ayah saya menceritakan sesuatu atau sebuah konsep. Bahkan teorinya tentang "lapisan ring dalam sebuah keluarga" tetap membuat saya kagum sampai sekarang, yang walau entah beliau dapat darimana teori itu. Ayah saya selalu mengajarkan tentang kedisiplinan dan profesionalitas kepada saya dan kakak-kakak saya dari kecil. Sesuatu yang beliau ajarkan dengan berbagai contoh aplikasi, tapi mungkin kami yang terlalu bebal sehingga saya rasa diantara kami tidak ada yang benar-benar mewarisi ilmunya dengan baik.

Ayah saya bertemu ibu saya di tengah perantauannya. Ibu saya lahir dari keluarga yang cukup terpandang dan ayah saya adalah seorang pemuda perantauan yang tidak membawa apa-apa dari desa, sehingga bisa dipastikan romansa pahit ala film-film India dialami oleh mereka berdua: hubungan yang tidak direstui oleh orangtua si perempuan. Tapi yah, sepertinya jodoh memang benar-benar sudah diatur, karena toh mereka berdua menikah juga.

Ibu saya adalah orang yang sangat sederhana, saking sederhananya beliau tidak bisa menggunakan benda-benda modern, bahkan mengetik SMS pun tidak bisa. Tapi memang kenapa? Menurut saya itu keren. Menurut cerita, ibu saya sebenarnya dulu diterima di Jurnalistik Unpad, tetapi beliau menolaknya karena sebuah alasan khas kolektivis: tidak ada satu pun temannya yang masuk sana. Sehingga akhrinya beliau masuk sebuah universitas kelas dua di Bandung dan tidak melanjutkan studinya karena suatu alasan. Maka ketika setahun belakangan saya mulai produktif menulis, ayah saya mengatakan "bakat menulismu tu turunan dari ibumu!"

Ketika saya SD, ada pelajaran Bahasa Sunda yang sungguh sulit untuk saya waktu itu, dan keluarga saya juga tidak ada yang bisa berbahasa Sunda dengan baik. Kemudian setiap ada tugas, ibu saya dengan tulusnya selalu mengantar saya ke rumah para tetangga yang jago berbahasa Sunda untuk membantu saya mengerjakan tugas. Saat saya sakit, saya selalu suka ketika ibu saya membuatkan bubur yang dimasak dengan irisan ati ampela. Saya tidak bohong, tapi itu memang bubur terenak yang pernah saya makan seumur-umur, dan entah sudah berapa belas tahun yang lalu ketika terakhir saya merasakannya.

Dan walaupun diantara kedua orangtua saya tidak ada satupun yang pernah belajar tentang Psikologi Perkembangan, saya sangat mengagumi cara mereka berdua memebesarkan anak-anaknya sehingga (hampir) semuanya telah menjadi sarjana.

Kemudian ada ketiga kakak perempuan saya. Saya tidak akan mendeskripsikan mereka satu-persatu, yang jelas kakak-kakak saya adalah orang yang paling berpengaruh dalam masa-masa perkembangan saya, terutama dalam hal perkembangan kognitif. Merekalah yang mengenalkan saya pada Star Wars, merekalah yang mengenalkan saya pada band-band keren 90an, merekalah yang menyuntikkan pengetahuan-pengetahuan pada saya yang saya yakin pengetahuan semacam itu tidak akan dimiliki oleh anak seumuran saya waktu itu.

Ketiga kakak saya sekarang telah berada pada fase yang berbeda. Dunia mereka sekarang adalah mengurus suami dan membesarkan anak. Dunia yang mungkin suatu hari akan saya masuki juga. Menikah, mengurus istri, mencari uang, dan membesarkan anak. Dengan hanya memikirkannya saja perut saya sudah terasa tidak enak.

Saya beruntung karena lahir pada saat keluarga saya sudah agak mapan secara lahir batin. Saya beruntung karena saya tidak pernah melihat ayah saya berdarah-darah karena dibacok sekawanan perampok, saya beruntung karena tidak pernah dirawat berhari-hari di rumah sakit karena operasi usus buntu seperti kakak saya yang waktu itu orangtua kami sempat akan "merelakannya" saking parahnya keadaannya, dan saya sampai bosan jika dinasihati begini oleh kakak saya "kamu tu beruntung. kamu mau apa-apa tinggal minta sekarang. kamu gak pernah ngerasain harus nunggu tempe dagangan si mamah laku dulu sebelum dapet ongkos buat sekolah!"
Yah tapi tetap saja saya yang paling sulit bersyukur diantara kami berempat.

Walaupun tulisan ini sudah berakhir, tetap sulit bagi saya untuk mengungkapkan rasa sayang saya kepada mereka secara verbal, bahkan untuk menulisnya pun saya amat canggung. Oke suatu hari saya akan mengungkapkan perasaan saya ini dengan cara yang berbeda, dengan sesuatu yang menembus batas semesta kata; sebuah pembuktian.

Tuesday, December 21, 2010

an F word : Friends

Kemarin sore sekretariat kami kedatangan tamu dari Mapala tetangga. Jumlah mereka sekitar 20-an orang, dan hanya satu atau dua dari mereka yang saya kenal (dalam organisasi saya, mungkin hanya saya yang punya teman paling sedikit dari Mapala lain, jika semua jari dari kedua tangan saya digunakan untuk menghitung jumlah orang dari Mapala lain yang saya kenal pun mungkin akan kebanyakan). Bukan apa-apa, karena saya tidak suka berkenalan dan menjalin pertemanan dengan begitu banyak orang secara masif, dan itulah yang menjadi budaya di Mapala manapun; sedangkan saya lebih suka berkenalan secara personal dengan individu per individu secara lambat.

Kemudian mereka dan teman-teman saya mulai bernyanyi-nyanyi bersama sambil diiringi gitar dan jimbe, mereka (teman-teman dari Mapala lain dan teman-teman saya) terlihat sangat senang dan menikmati setiap momen, mereka tertawa, saling melempar ejekan, tertawa lagi, minum es teh, bernyanyi lagi, dan saya pergi meninggalkan mereka.

Saya mengambil motor dan pergi tanpa tujuan sebelum akhirnya terdampar di toko buku sambil nunggu hujan. Kenapa saya pergi meninggalkan mereka? Ada dua alasan:

1. Karena saya memiliki semacam gejala fobia sosial.
Saya selalu merasa tidak nyaman ketika berada di tengah-tengah kerumunan orang, apalagi orang-orang yang tidak saya kenal. Dan seperti yang saya bilang diatas, saya tidak suka berkenalan dan mengakrabkan diri dengan begitu banyak orang sekaligus, dan sebenarnya saya juga tidak suka mempunyai terlalu banyak teman.

2. Karena saya tidak suka Mapala.
Ya, saya Mapala yang tidak suka Mapala. Saya juga bingung kenapa saya tidak suka dengan Mapala, yang jelas bukan karena penampilan atau tingkah laku mereka. Karena perilaku berantakan, jarang mandi, urakan, mabuk-mabukan dsb yang biasanya dilekatkan pada Mapala manapun tidak pernah mengganggu saya, walaupun organisasi yang saya ikuti terkenal sebagai Mapala yang (katanya) rapi. Entahlah, mungkin ini semacam ketidaksukaan yang tidak butuh alasan.

Kemudian setelah hujan cukup reda, saya kembali lagi ke kampus dan melihat mereka telah pindah ke kantin dan melakukan aktifitas yang sama seperti tadi. Saya menghampiri sebentar, menghisap sebatang rokok, ikut nyanyi dan tertawa-tawa sebentar --walaupun saya tidak tahu apa yang saya tertawakan-- kemudian saya masuk ke sekret yang sepi, hanya ada seorang teman saya yang entah sedang apa.

Saya selalu suka suasana seperti itu: duduk sendirian dan mendengar suara kerumunan orang dari jarak yang jauh. Dan dalam suasana seperti itu saya kemudian merenungkan banyak hal, termasuk konsep pertemanan dalam kehidupan saya. Jika dipikir, teman yang saya miliki sepanjang hidup memang tidak terlalu banyak, setidaknya mereka yang saya izinkan menyelami pikiran saya dengan cukup dalam. Dan dengan mengetahui fakta itu saya merasa puas, karena saya memiliki kualitas dalam berteman, bukan kuantitas. Dan setelah saya pikir lagi, ternyata saya lebih senang berteman dengan orang-orang yang memiliki sedikit teman, karena itu artinya saya hanya perlu berteman dengannya, bukan dengan teman-temannya.

Monday, December 20, 2010

obsesif kompulsif

Sejak dulu saya peka dengan hal-hal detil, dan belakangan ini berubah menjadi obsesi, kemudian berubah lagi menjadi obsesi terhadap idealitas.
Maksudnya adalah saya menjadi tidak tahan terhadap segala sesuatu yang tidak seharusnya terjadi atau berada pada tempat yang salah.

Oke saya tahu dunia bukanlah sesuatu yang sempurna,
saya tahu saya tidak seharusnya mengkritik segala sesuatu karena toh diri saya sendiri juga tidak sempurna,
dan saya tahu saya bisa mati karena tidak tahan dengan diri saya sendiri yang sama sekali tidak ideal.

Tapi saya bisa apa?
Ini terjadi begitu saja.
Saya bisa saja menyalahkan Tuhan dengan mengatakan "oh mengapa Kau begitu tega membuatku seperti ini?"
tapi konsep ketuhanan dan citra Tuhan sendiri tidak ideal menurut saya,
dan saya tidak percaya dengan takdir atau sebagainya.

Jadi saya menganggap ini hanya ketidakseimbangan otak saya saja, dan ini sesuatu yang normal terjadi pada manusia.
Ah sudahlah, saya hanya semakin merasa pusing dengan menulis ini.

Monday, December 13, 2010

the obsession of ideal world is killing me,
and it's getting worse each day

Wednesday, December 8, 2010

oh eropa

Belakangan ini saya begitu terobsesi ingin keluar negeri, Eropa lebih tepatnya, negara-negara kecil di Eropa lebih tepatnya, seperti Slovakia, Irlandia, Swiss, dan negara-negara lain yang namanya asing di telinga orang Indonesia. Kenapa negara-negara kecil? Karena negara-negara semacam Belanda, Jerman, atau Prancis menurut saya adalah negara yang 'mapan', dan dalam bayangan saya, negara-negara itu suasananya akan seperti Jakarta, padahal saya tidak suka Jakarta; crowded, kehidupan seperti terburu-buru, dan semua serba mahal. Tapi walau termasuk negara mapan, saya tetap ingin ke Inggris, karena saya sangat suka mendengar orang berbicara dengan aksen Inggris.

Sebenarnya keinginan ini sudah agak lama, tapi ini berubah menjadi obsesi ketika beberapa teman dekat saya pergi keluar negeri, ada yang ikut konferensi di Jerman, ada yang dapat beasiswa ke Swedia, dan terakhir saya dapat kabar ada seorang teman lagi yang akan ke Amerika. Mereka semua pergi kesana dengan dibiayai oleh lembaga-lembaga tertentu, dan inilah yang membedakan obsesi saya keluar negeri dengan sekedar ingin berlibur. Saya pikir jika hanya sekedar berlibur saya masih bisa mengusahakannya dengan menyisihkan sebagian besar uang bulanan saya selama beberapa bulan ditambah uang dari job sana-sini. Saya ingin kesana sebagai mahasiswa, bukan sekedar sebagai wisatawan atau backpacker.

Itulah kenapa belakangan ini saya giat banget cari info seputar beasiswa, konferensi atau apapun yang memberangkatkan mahasiswa Indonesia ke Eropa. Tapi mimpi memang berkorelasi positif dengan kualitas, semakin tinggi mimpimu harus diimbangi juga dengan tingginya kualitasmu. Dari beberapa info yang saya tahu, hampir semua mensyaratkan IPK diatas 3,5 dan TOEFL minimal 550. Dua hal yang sepertinya saya harus berjuang cukup keras untuk itu, semenjak saya memang tidak pernah memusingkan berapapun nilai akademis saya di kampus --yang sialnya baru terasa penting pada saat-saat seperti ini-- dan TOEFL saya waktu saya ikut tes 3 tahun lalu cuma 475.

Maka dalam beberapa bulan kedepan, saya akan mengecangkan ikat kepala untuk beberapa program hidup yang akan saya buat sendiri, dan tentunya akan saya evaluasi sendiri juga. Dari mulai les Bahasa Inggris sampai perbaikan nilai kuliah. Yah walaupun saya memang fluktuatif, saya tidak tahu apa yang akan saya pikirkan beberapa bulan kedepan tentang rencana ini, setidaknya dalam beberapa bulan ini saya punya tujuan yang jelas dalam hidup saya, sesuatu yang sudah sangat lama tidak saya miliki.

Monday, December 6, 2010

desaturasi pelangi

ketika tujuh spektrum warnanya terreduksi menjadi dua:
merah dan hitam.
tetap saja kita bukan siapa-siapa,
tetap saja alam semesta tidak bermakna apa-apa.
kosong.

Tuesday, November 30, 2010

the social network : ini lebih mirip kritik dan ungkapan kekecewaan daripada resensi

Sudah agak lama saya mendengar kisah tentang Facebook akan dibuat film. Awalnya saya tidak sedikitpun menaruh perhatian pada itu. Pertama, karena saya tidak tertarik pada kisah tentang Mark Zuckerberg dan segala isu Yahudi yang sangat sering diributkan disini. Kedua, karena saya pikir film semacam itu jatuhnya hanya akan menjadi film kacangan yang cuma mendompleng nama besar Facebook untuk kemudian digunakan untuk mengiklankan si Facebook itu sendiri agar semakin besar perusahaannya.

Tapi setelah saya tahu sutradara film ini adalah David Fincher, wah saya tidak peduli lagi tentang dua alasan saya itu. David Fincher telah membuat saya jatuh cinta pada film-filmnya sejak lama, mulai dari The Game, Zodiac, Fight Club, Seven, hingga The Curious Case of Benjamin Burton --yang walaupun saya belum pernah menontonnya, saya tahu film itu mempunyai reputasi yang baik, apalagi dengan Brad Pitt didalamnya--

Yah walaupun sebelum nonton saya sudah punya sedikit rasa pesimis film ini bakal sebagus film-filmnya yang lain, saya tidak menyangka rasa kecewa saya begitu besar setelah selesai menonton. Film ini buruk! Sangat membosankan. Tidak ada kejutan-kejutan seperti dalam Seven, Zodiac, ataupun The Game. Dan sama sekali tidak seperti Fight Club yang mampu meracuni saya sampai sekarang.

Oke ternyata ekspektasi yang terlalu besar untuk sebuah film tidak baik untuk saya, juga untukmu. Saya sudah terlanjur menyiapkan set mental untuk menghadapi kesenangan-kesenangan yang saya dapatkan dari film-film Fincher sebelum mulai menonton, dan jatuhnya saya malah mengkomparasi film ini dengan film-filmnya yang lain yang malah membuat film ini menjadi semakin buruk di mata saya.

Saya selalu suka quotes dari film-film Fincher yang selalu melimpah dari awal sampai akhir, tapi di film ini saya cuma dapet satu yang cukup terngiang-ngiang di kepala saya, yang diucapin perempuan yang saya lupa namanya ke si Mark yang lagi duduk megang laptop di akhir film, kalau tidak salah kalimatnya gini,

"
you are not a bastard, you're just trying hard to be a bastard"

Jadi pesan moralnya adalah saya --dan mungkin kamu juga, emm kita-- sebaiknya memang menghindari segala bentuk prasangka, praduga, dan persepsi sebelum menonton sebuah film, kalau kata dosen fenomenologi saya istilahnya adalah epoche. Mungkin film ini akan terasa sedikit lebih baik jika sebelumnya saya tidak tahu sutradaranya adalah David Fincher.

Friday, November 26, 2010

distribusi opini #5 : a walking contradiction

you : "mas tu suka apa sih?"
me : "suka kehidupan"

beberapa bulan kemudian,

me : "jadi lebaran teh gini gini aja ya"
you : "what do u expect?kan udah ngalamin lebaran 21 tahun, jadi ya gitu-gitu aja,cant imagine what will happen 5 next years"
me : "iya ya, mikirin anak, istri, duit, kerjaan. kata aku juga kita mah harusnya bunuh diri massal aja"

"yeah, you’re truly a walking contradiction..
" you said

Saturday, November 20, 2010

reklamasi

"Ya benar, aku akan bunuh diri.." kata pemuda itu sambil membenarkan duduknya.
"Ah, sudah 10 tahun aku mengenalmu, dan tetap saja pikiranmu seperti cuaca, sulit diprediksi." sahut temannya.
"Kau salah untuk 2 hal. Pertama, tidak ada orang yang benar-benar mengenalku, bahkan diriku sendiri. Jadi kenyataan kita telah berteman selama 10 tahun, itu memang benar, tapi kau tidak mengenalku. Kedua, oh tuhan, tentu saja cuaca bisa diprediksi! Berdamailah dengan ilmu pengetahuan, dan kau bisa memprediksi apapun."
"Ya ya ya apapun itu..Jadi kapan kau akan mati?"
"Hmm..Sepertinya besok malam, saat purnama.."
"Oke. Dengan cara apa?"
"Gantung diri, itu obsesiku dari kecil hahaha!"
"Sakit! Pertanyaan terakhirku, apa alasanmu ingin bunuh diri?"
"Sederhana, aku sudah mendapatkan semua yang aku mau, hidup sudah tidak menantang lagi untuk kujalani. Dan ketika kau sudah tidak lagi merasa hidup dalam hidupmu sendiri, aku sarankan kau bunuh diri saja. Karena kau tahu? Manusia diberkahi sesuatu yang sangat indah bernama ketidakabadian. Kematian adalah jawaban yang paling menyenangkan untuk mimpi burukmu tentang keabadian.."
dalam diriku mengalir sungai panjang,
darah namanya;
dalam diriku menggenang telaga darah,
sukma namanya;
dalam diriku meriak gelombang sukma,
hidup namanya;
dan karena hidup itu indah,
aku menangis sepuas-puasnya (*)
***
Perempuan itu kembali menghela nafas, sudah seminggu semenjak dia mengurung diri dalam kamarnya dan melihat betapa dunia sudah benar-benar berubah ketika dia keluar. Semuanya tampak tak sama lagi baginya, pohon di seberang jalan itu, boks telepon umum yang sudah lama rusak, tetangga-tetangganya. Oh demi tuhan, semua telah berubah.
Tapi tunggu, semua yang berubah atau dia yang berubah? Apakah jalan ini memang bertambah panjang atau hanya otaknya yang berusaha mengatakan bahwa jalan ini memang bertambah panjang dari minggu kemarin?
Yang jelas ketika dunia sekelilingmu berubah, maka hidupmu juga otomatis berubah. Begtulah yang dialami perempuan itu, hidupnya sudah tidak sama lagi hari ini, dia sudah tidak bisa lagi menikmati bahkan satu sentimeterpun dari sungai kebahagiaan yang hidup tawarkan padanya.
Maka malam itu, dia berjalan menuju pohon di seberang jalan bersama tali tambang yang dia beli siangnya. Untunglah pengetahuannya tentang tali-temali lumayan bagus, sehingga dia tidak kesulitan dalam mempersiapkan apa yang dia sebut sebagai solusi paling sederhana untuk masalah yang paling kompleks. Dan perempuan itu pun mati.
because the world is round it turns me on
because the world is round..ah
because the wind is high it blows my mind
because the wind is high..ah
because the sky is blue, it makes me cry
because the sky is blue..aah (**)
***
"Sayang, anak kita lahir dengan selamat! Dan mereka kembar!!"
"Puji tuhan! Benarkah sayang? Oh aku sangat bahagia!"
"Iya, cepatlah pulang, aku tak akan menamai mereka sebelum kau pulang.."
"Oke oke sayang, baiklah.. Oh puji tuhan, apakah mereka cantik?"
"Iya mereka cantik dan juga tampan sayang. Yang perempuan mirip aku dan yang laki-laki mirip kamu.."
"Oh jadi mereka beda jenis kelamin. Oh ya tuhan, aku sangat senang! Mereka sehat kan?"
"Ya mereka sehat sayang. Tapi ada sedikit keanehan, di masing-masing leher mereka ada tanda lahir berbentuk tali.."
***
(*) Sapardi Djoko Damono - Dalam Diriku
(**) The Beatles - Because


Saturday, November 13, 2010

never give up, survivor!

ini sedikit gambar dari salah satu posko pengungsian terbesar di Jogja saat ini, Stadion Meguwoharjo. tempat dimana para relawan dan para pengungsi saling memberi makna pada kehadiran masing-masing.

shalat Jum'at

seperti biasa: gambar gunung

posko psikologi

nggih Mas..

siraman rohani? no comment deh..

hampir semua stasiun TV mangkal disini

"praying is doing something"

susu gratiis!

semoga setelah ini bukan cuma gunung yang akan digambar

tenggelam dalam lautan "baju pantas pakai"

semacam ruang keluarga, tapi tetap saja tidak senyaman di rumah

selalu ada alternatif untuk semua hal

cukur gratis

Friday, October 29, 2010

saya menulis 5 paragraf ini sementara disana para pengungsi tidak bisa tidur nyenyak karena kekurangan selimut

ini hampir jam 12 malam dan saya masih ada di kampus. 3 taun lebih kuliah disini saya baru 2 kali berada selarut ini di kampus, pertama waktu HUT Palapsi 2 setengah taun yang lalu pas fakultas ngasih izin nginep di kampus, terus hari ini karena saya kebagian jaga posko Psikologi Untuk Merapi.

beberapa fenomena alam baru-baru ini, mulai dari Wasior hingga Merapi; yang orang-orang menamakannya "bencana", sedikit banyak membuat saya mempertanyakan kembali keyakinan saya akan sesuatu hal yang lebih besar dari alam semesta; yang orang-orang menamakannya "tuhan"

dalam keadaan seperti ini seharusnya orang se-skeptis saya biasa menganggap segala hal yang terjadi di alam semesta itu bersifat netral, dan manusia yang memaknainya sedemikian rupa sehingga tidak menjadi netral lagi, mulai dari "bencana" hingga "anugerah".

tapi kali ini saya memutuskan untuk berpikir seperti orang normal, saya mengatakan berulangkali pada diri saya bahwa ada maksud dibalik ini semua, saya memutuskan untuk memaknai --sebuah kata yang padahal sedang saya benci akhir-akhir ini-- awan panas yang keluar dari Merapi dan menghancurkan Desa Kinahrejo, desa yang sejujurnya saya tidak mempunyai ikatan batin yang cukup kuat dengannya, termasuk dengan seorang penduduk desa tersebut yang menjadi korban awan panas itu yang membuat beberapa teman saya sedih, tapi itu cukup untuk membuat saya berdebat dengan diri saya sendiri dan berkata "hey ini sama sekali bukan kejadian netral! ini semua ada maksudnya, ini semua harus ada maksudnya!". belum lagi ditambah dengan ekspresi para pengungsi yang saya lihat tempo hari, serta beberapa potongan berita di tivi, yah ini lebih dari cukup.

mungkin terdengar seperti saya memaksakan keyakinan kepada diri saya sendiri, tapi jujur saja, ini membuat saya merasa aman. ketika seorang teman pernah berkata "orang akan inget tuhan kalo lagi ada bencana", hari ini saya betul-betul mengamininya. saya rindu tuhan.

Monday, October 25, 2010

nice dream

semalam aku bermimpi indah, ceritanya suatu hari semua orang men-deactivate dirinya dari seluruh situs jejaring sosial dan me-reactivate dirinya di dunia nyata. utopis? sangat..

Saturday, October 9, 2010

distribusi opini #4 : relationships

ini adalah tulisan seseorang yang (katanya) sangat benci nulis, yang baru masuk tadi sore ke e-mail saya.. tapi tulisan sebagus ini sayang banget kan kalo cuma mendekam di ruangan bernama inbox? ;)
maka akan saya bagi disini. oke selamat menikmati..

"you can never replace anyone because everyone is made up of such beautiful specific details" (before sunset)
hmmm, what a quote...but somehow i dont believe it,hhe..xp
saya lebih percaya dengan sebuah artikel yang saya baca di yahoo.com, entah itu hoax atau bukan. intinya artikel itu bilang saat kita menjalin suatu hubungan dengan kekasih ataupun suami, kita menukarkannya dengan 2 teman baik kita. maksudnya saat kita punya pacar atau udah menikah, hubungan kita dengan 2 teman baik kita akan merenggang. hal ini udah diteliti sama para ahli di luar negeri sana, karena kalo kita udah menjalin hubungan romantis dengan orang lain, kita cenderung lebih senang menghabiskan waktu dengan mereka dibanding teman baik kita. masuk akal kan?
entah disadari atau tidak, tapi ini sering terjadi di sekitar saya. saat teman saya udah mulai pacaran, ya mereka lebih seneng buat hang out sama pacar mereka, makan sama dia, belanja lagi lagi sama dia pokoknya ga bisa terpisahkanlah. baru nanti kalau mereka lagi marahan atau udah putus, balik lagi ke "sahabat"nya, fuckkk lahh!!! ini salah satu alasan saya (sekarang) kenapa saya skeptis sama cinta cintaan. replacing tu menurut saya unconscius banget, mungkin karena akal sehat kita udah terbutakan dengan cinta kali ya?!
actually replacing anyone could be so easy. just find another guy/gurl, and you'll be automatically replaced...
hmmm, mungkin kita udah ga punya waktu lagi (atau ga mau) mengidentifikasi another's beautiful specific details. jadi waktu kita kenalan atau menjalin pertemanan, ya udah gitu aja, tau nama, rumah, hobi, kata kata mutiara mungkin. tapi kita ga pernah menyadari specific details-nya yang bisa buat kita selalu kangen kalo dia ga ada.
kalo kaya gitu, ya jelas aja gampang banget buat replacing someone karena di otak kita ga tersimpan memori yang cukup kuat untuk mengingatnya. di indonesia mungkin ada ribuan orang yang namanya budi, di jogja mungkin ada ratusan, tapi budi yang tinggal di jogja, yang suka nulis, bisa diajak diskusi tentang film film aneh dan punya pandangan yang sama tentang cinta mungkin cuma ada satu, and u cant replace him with another budi.
kenapa saya ga percaya dengan quote di atas, mungkin karena saya udah terlalu sering ngerasa ter-replace kali ya (damn, poor me, hha..). udah sering ngalamin tu, yang biasanya nonton sama temen sekarang mereka lebih memilih buat nonton ama pacar, etc. mungkin mereka ngelakuin itu di bawah kesadaran kali ya (ini yang ngebedain replacing dengan forgetting, kalo forgetting kita lakuin secara sadar bahkan ada unsur kesengajaan) tanpa sadar kehadiran kita dapat tergantikan oleh orang baru, fungsi kita pun mulai digantikan, yang tersisa hanyalah kita yang merasa "kehilangan" dan terbakar rasa iri dan cemburu karena kita telah tergantikan. wuihhh, so pathetic...
so if you dont wanna be replaced, dont replace someone from your mind...:)

Saturday, September 25, 2010

hujan itu seperti orang Indonesia, senang berkolektif

"menurutku jumlah air di seluruh dunia itu tidak pernah berubah, selalu tetap dari waktu ke waktu" kataku sambil memainkan air hujan menggunakan piring bergambar bunga.
"menurutku tidak, air itu H2O, berarti dia bisa diurai kapan saja menjadi H dan O, pada saat itu air tidak lagi menjadi air" jawab si pemain harmonika
***
"apa yang akan terjadi pada hidupmu 10 tahun lagi?" tanya sang oracle
"hah?"
"ini baru 3 tahun kita berada disini, sudah banyak yang terjadi, kira-kira apa yang akan terjadi 10 tahun lagi?"
(ini bukan jenis pertanyaan yang bisa dijawab dengan spontan ketika saya sedang membiarkan kendali atas tubuh saya diambil oleh suara musik dari depan)
***
"bagi kami jarak itu tidak eksis, yang eksis hanyalah waktu" begitu kata orang-orang Gipsi,
sebab mereka selalu berpindah-pindah, mereka selalu melakukan perjalanan.
mungkin jika digambarkan hidup mereka seperti sedang melakukan perjalanan dengan kereta, ketika melihat keluar jendela, semuanya terlihat blur saking cepatnya, dan orang biasanya tidak menaruh perhatian pada sesuatu yang blur.
entahlah, saya belum pernah bertemu orang Gipsi sungguhan.
***
hey, tapi bukankah kita semua adalah Gipsi?
bukankah kita semua adalah air?
bukankah kita semua melakukan perjalanan setiap saat --entah secara harfiah maupun ungkapan-- yang membuat sebuah koloni air raksasa yang tentu saja sebenarnya terdiri dari butir-butir kecil embun, berubah bentuk?
kita semua akan menjadi gelas ketika masuk gelas, akan menjadi piring ketika dituang ke atas piring.
kita akan mengembun, menguap, menyublim, berubah jd H, O, atau apapun itu, kapanpun bisa terjadi dalam perjalanan kita.
***
"apa yang akan terjadi pada hidupmu 10 tahun lagi?"
"yang jelas aku bukanlah air yang sama lagi, walaupun mungkin aku akan berada di tempat yang sama. aku akan mengalami segala bentuk penguapan, pembekuan, pengembunan, penyubliman. aku akan berada dalam segala jenis wadah. aku akan mengurai dalam perjalananku. seperti hujan yang datang semalam, mungkin mereka pernah datang kesini sebelumnya, tapi aku yakin mereka sudah menjadi lebih dewasa dibanding terakhir kali mereka datang"
*terinspirasi dari musik 3 orang bergitar di tengah semangat kolektivitas hujan dan pemandangan seseorang yang menarik diri dari kerumunan sedang duduk di jendela dan bermain harmonika dibawah lampu.




Saturday, September 4, 2010

tidak selamanya sebuah tulisan membutuhkan judul

"sedih ya kalo liat ibu kita nangis"
"well, hug her :)"
"gak, kami perempuan kuat, gak butuh pelukan"
"oke, ibumu ajak adu panco aja kalo gitu.."
"hahaha bodoh!"

Saturday, August 14, 2010

jauh didalam setiap goresan tintanya, terdapat ruh yang menjaganya dari jamur dan rayap

bulan sabit;
adalah perahu yang terombang-ambing di danau pengetahuan

dia sengaja menggantungnya disana agar manusia mengerti bahwa huruf 'ba' adalah sebuah perahu dengan seekor ikan dibawahnya

Tuesday, August 10, 2010

puasa=merasakan penderitaan sesama? yakin?

ramadhan: ketika nabi, ayat suci, tuhan, dan setan menjadi komoditas di layar tivi;
ketika iklan sirup, rokok, dan provider ponsel menyuruhmu bertobat di saat yang sama agar produk mereka semakin laku;
ketika dunia berubah menjadi sebuah pesta topeng raksasa..

inikah dunia yang kau harapkan wahai Nabi Terakhir? subhanallah

Friday, August 6, 2010

kemudian jika kisah penciptaan manusia dijadikan sinetron, pasti akan menghasilkan season lebih banyak daripada tersanjung

jika pada malam hari tuhan adalah sosok yang melankolis dan energik di saat yang sama,
maka di pagi hari dia berubah menjadi pribadi yang ekstrovert dan romantis dengan sangat berlebihan

betapa tidak?
lihatlah mentari pagi contohnya,
sesuatu apa yang tidak berlebihan romantisnya sehingga memberi hadiah semacam itu setiap hari?

ah sepertinya tuhan jatuh cinta setiap pagi

Thursday, July 29, 2010

udara segar untuk otak yang tak berventilasi

suatu hari pensilmu patah,
atau pulpenmu mengering tintanya,
atau listrik mati sehingga kamu tidak bisa menyalakan komputer,
padahal kamu sedang ingin membuat puisi terindah sepanjang masa

maka keluarlah!
dirimu adalah puisi itu sendiri,
bahkan sesungguhnya jagad raya adalah puisi maha besar

ada puisi dalam setiap tetes hujan,
ada prosa dalam seekor kepik,
ada rima diantara planet merkurius dan matahari

yang perlu kamu lakukan adalah menyatu dengan alam semesta,
dan kamu telah membuat puisi terindah sepanjang masa

alam semesta terbentuk dari atom-atom aksara yang berkoloni dengan begitu rapi

pada malam hari tuhan menjadi pribadi yang melankolis dan energik di saat yang sama,
dia begitu bersemangat menulis puisi sehingga semua aksara yang dia goreskan bertaburan menutupi dan menghitamkan langit

kemudian datang matahari,
perannya seperti CTRL+N dalam microsoft word,
tuhan mempunyai kertas baru,
kemudian dia menulis lagi

"wahai langit, kenapa kau tidak membiarkan makhluk bernama aksara punah dilupakan sejarah?" tanyanya

"karena dalam setiap aksara tersimpan gugusan galaksi beserta segala hiruk pikuk didalamnya yang bisa membuatmu menjelma menjadi setan, malaikat, maupun gabungan keduanya kapanpun kamu mau tanpa harus berdesakan dalam ruang dan waktu artifisial yang kerap membuat paru-parumu sesak dipenuhi oleh asap rokok dan udara kotor bernama rutinitas yang dengan kejamnya memaksamu berhenti berimajinasi"
jawab pulpen, kertas, dan keyboard bersamaan

Saturday, July 17, 2010

satu dari beberapa yang bisa saya ambil dari bilangan fu

Dan kalian, wahai kaum beragama yang suka melecehkan takhayul dan dongeng lokal sama seperti kaum modernis, kurang isapan jempol apa kitab kalian jika kepadanya dipaksakan kacamata rasional?
Kurang akronistik apa tokoh-tokoh kalian jika kepadanya diterapkan tarikh sejarah?
Kurang takhayul apa kisah Taman Firdaus itu?

(hal 370)

Wednesday, July 7, 2010

suatu hari kita semua akan menyatu dengan rumput, air, udara, dan cacing tanah

tuhan,
jangan biarkan jantungku berhenti berdetak hari ini,
jangan biarkan darahku berhenti mengaliri seluruh semesta tubuhku hari ini,
jangan biarkan tubuhku berhenti merespon semua stimulus dari tanah dan langit hari ini

tuhan,
jangan biarkan aku mati hari ini

Wednesday, June 23, 2010

nasib ada di tangan siapa?

melihat dari balik jendela mereka yang mendesah kecewa setelah melihat namanya tidak ada di papan pengumuman.

begitu cepat seleksi nasib bekerja.
dari 85 orang,
menjadi 54 setelah tes CFIT,
menjadi 41 setelah tes Pauli,
dan sekarang mereka sedang mengerjakan tes DISC,
entah tinggal berapa yg tersisa setelah wawancara

*menjabat skorer di gedung ecc yogyakarta, tes masuk telkomsel
**disaat yang sama kelompok PKM saya ga lolos pimnas, gagal deh ke bali gratis..

Saturday, June 19, 2010

sekarang aku paham: malam tak akan pernah membunuh matahari karena mereka satu kesatuan

terimakasih bandung:
untuk sepotong waktu berada di tengah keluarga,
untuk memori masa kecilku yang tiba-tiba berhamburan,
untuk rahasia di tengah malam dan segelas kopi krim dingin

jika kehampaan itu memang bernyawa maka manusia seharusnya mempunyai energi dua kali lipat lebih banyak untuk mengalahkannya,
atau tiga kali lipat untuk merangkulnya

suatu hari aku akan kehilangan ini semua,
tetapi perasaan itu tak lagi berarti karena teringat sebuah janji yang pernah kuucapkan beberapa tahun yang lalu disini:

"hidupku harus bermakna, jika tidak untuk diriku, maka untuk orang lain."

weird+

"saya tau kamu aneh, tp bahkan kata 'aneh' udah ga pas lagi. you're beyond weird"
"kalo gitu saya weird+"

Friday, June 18, 2010

puisi ini kubuat khusus untukmu wahai dewa neptunus dan (mantan) planet pluto

ini adalah sebuah puisi tentang laut

ketika puisi tentang laut biasanya meributkan pasir yang membangkitkan sepi,
tentang ombak yang membakar amarah,
ataupun tentang matahari tenggelam yang membuatmu menjadi melankolis dan mendadak memikirkan kematian,
maka puisi ini akan membicarakan tentang timun laut.

oh timun laut,
bentukmu seperti timun,
dan tinggal di laut,
tapi kau tidak bisa dibuat rujak seperti timun
sama seperti kuda laut yang tidak bisa berlari seperti kuda,
dan singa laut yang tidak punya rambut seperti singa

lalu apakah mabuk laut juga tidak bisa membunuh seperti mabuk minuman oplosan?
oh entahlah..

Saturday, June 12, 2010

kehampaan ini bernyawa

"where do you want to go, my heart?"
"anywhere, anywhere..out of this world"


beberapa hari ini saya ngerasa kosong..gabungan antara perasaan hampa, kesepian, sendirian, dan useless disaat yang sama

4 malam berturut-turut saya pulang hampir pagi ke kosan karena sebelumnya nongkrong di warung kopi sama beberapa teman. diantara tawa teman-teman saya, obrolan-obrolan ga jelas, dan bergelas-gelas kopi dan teh, saya tetep ngerasa hampa, ngerasa sendirian. di edisi kedua asimetris saya pernah nulis tentang kesepian makro, rasa kesepian yang sangat akut, dan baru kali ini saya benar-benar merasakannya..

ini menjadi semakin rumit ketika entah kenapa saya merasa muak dengan semua hal. saya muak dengan dunia maya, dengan facebook, dengan konflik sebuah negara yang menjadi seolah konflik antar agama dan membuat banyak orang melupakan masalah di negerinya sendiri, saya muak dengan beredarnya video mesum beberapa artis yang membuat semua orang membicarakannya dimana-mana, saya muak dengan dibukanya hoka-hoka bento di jogja yang bikin banyak orang euforia. oh tuhan, itu cuma hoka-hoka bento!

saya semakin tenggelam dalam perasaan ini ketika akhir-akhir ini saya mempertanyakan banyak hal. apakah makna hidup itu ada? ataukah manusia yang menciptakannya? apakah jiwa itu ada? ataukah hanya produk dari otak manusia yang pintar? sama seperti cinta dan hal-hal lain yang sebenarnya cuma konsep?

ah untunglah ada hal yang bisa saya nikmatin dari keadaan ini, saya menjadi tidak peduli dengan apapun. sama seperti saya tidak peduli jika tulisan ini terlihat seperti curhat murahan seorang remaja.

Friday, June 11, 2010

never give up humanity

beberapa waktu yang lalu, ketika isu tentang israel-palestina sedang panas-panasnya di blowup oleh media (yang tentu saja sekarang kalah pamor oleh video ariel dan euforia piala dunia), saya yang biasanya ga pernah naruh perhatian sama masalah itu, terprovokasi oleh salah satu koran yang bikin saya pengen melakukan 'sesuatu'. apapun itu lah

lalu seorang kawan menyarankan saya untuk ikut aksi di depan Kantor Pos Yogya. hmm boleh juga kata saya. kebetulan si FM10 juga udah lama ga saya bawa jalan-jalan. maka jadilah saya dokumentator dadakan yang datang untuk foto-foto sekaligus menyerap energi yang begitu besar dari massa yang hadir disana

acara semacam ini ternyata bermanfaat juga buat rakyat sendiri :p

saya nemu bendera ini tergeletak begitu saja di jalan. semoga suatu hari bisa berkibar dengan tenang seperti merah putih

saya ngebayangin kira-kira kalo rusuh bapak-bapak ini bakal ngapain ya? lha massanya banyak banget kok

anak itu semangat banget ngangkat payung setiap kali orator teriak "Allahuakbar!"

saya sempet bingung saya lagi di jogja apa di palestina, benderanya gede banget hehe

mereka bertiga bawa senapan mainan lho. semoga kalo gede ga jadi perampok

walaupun mendung dan sempet hujan, tapi semangat mereka tetap luar biasa

semoga poster-poster dan orasi yang tanpa henti waktu itu betul-betul memberikan manfaat untuk mereka disana

acara seperti ini memang momen yang tepat untuk para fotografer dadakan

*setelah sekian lama akhirnya saya kembali ke warnet karena modem saya akhir-akhir ini koneksinya sangat menghawatirkan. ini jam setengah 3 pagi dan saya ngantuk setengah mati

Friday, June 4, 2010

mungkin ini jawabannya

"coba kamu sekali2 melihat dunia dari satu sudut pandang bi. kamu tu mandang dunia terlalu luas, makanya kadang kamu bingung kayak sekarang"
-kata seorang teman

skizotipal

iseng-iseng liat blog kakak saya yang udah lama ga diurus, karena sekarang lebih seneng ngurus anak. ada satu tulisan yang dia buat sekitar 2 taun yang lalu karena saya pernah nyebut dia skizotipal, padahal waktu itu saya asal aja ngomong gitu, ga begitu ngerti jg skizotipal itu apa. tapi kayaknya dia serius nanggepinnya haha. ini tulisannya saya kopi:
barusan chatting sm adik sy si calon psikolog (huh..menyebalkan..pencuri mimpi-awalnya sy yg pgn bgt jadi psikolog-) yg aneh itu. terus tiba2 dia bilang kalo sy skizotipal..tapi ga mau jelasin skizotipal itu apa.karena penasaran, akhirnya sy bertanya ke mbah google, dan ini jawabannya:

Gangguan Kepribadian Skizotipal adalah gangguan kepribadian ganjil atau eksentrik yang melibatkan pola defisit antar perseorangan yang sangat kuat yang ditandai dengan perasaan tidak nyaman akut dengan hubungan dekat dan berkurangnya kapasitas untuk menjalin hubungan dekat dan bias kognitif atau persepsi.
Ciri ciri gangguan kepribadian Skizotipal meliputi :
  • Pola defisit sosial dan interpersonal yang sangat kuat, ditandai oleh perasaan tidak nyaman akut dengan hubungan dekat, bias kognitif atau persepsi dan perilaku yang eksentrik, mulai muncul pada masa dewasa awal
  • Menterjemahkan secara tidak tepat bahwa penyebab kejadian dan kejadian kejadian eksternal memiliki makna tertentu atau ketidak laziman spesifik bagi orang tersebut
  • Keyakinan yang ganjil atau magical thingking yang mempengaruhi perilakunya dan tidak konsisten dengan norma norma budaya
wuaaaa….emang sih saya aneh, tapi masa iya sampai segitunya???????
tapi memang sedikit mirip sih sama apa yg terjadi sm sy akhir2 ini..kata kuncinya: ‘tidak nyaman’, ‘hubungan dekat’, dan ‘bias kognitif dan persepsi’..huhuhu..
dasar..aku ga mau lagi curhat sm kmu, bi.

tiba-tiba simetris

menunggu menunggu
menunggu menunggu
menunggu menunggu
dalam kadar kesendirian yang tinggi

Friday, May 28, 2010

distribusi opini#3 : tentang tuhan, agama, dan beberapa hal diantaranya

ini adalah percakapan antara saya dan seorang teman berinisial z dalam sebuah situs jejaring sosial. dia adalah seorang kristiani yang taat dan tahu banyak tentang agamanya (setidaknya menurut saya). memang agak panjang dialognya, butuh sedikit kesabaran untuk membacanya sampai habis. selamat membaca :D

z: Mas Abi, aku bertanya-tanya, apakah kita sedang melebih-lebihkan kesalehan kita dan meremehkan kesucian Allah dengan berkata bisa masuk surga dengan menganggap kita mampu hidup cukup baik dalam memenuhi hukum-hukum-Nya?

saya: dan apakah 'masuk surga' itu sangat penting bagimu z?

z: Mas Abi, tanpa Tuhan, di surga tidak ada keindahan apa pun. Memangnya, Mas Abi, apa yang penting bagi Mas?

saya: lah memang z, tapi knp banyak sekali org yg menghabiskan hidupnya hanya utk surga surga dan surga, seolah-olah hidup ini sendiri tdk penting. kalo aku sih, yg penting adalah kehidupan itu sendiri, saya bukan org yg sibuk nyari2 pahala dimana2 hanya gara2 pgn masuk surga dan rusuh tiap hari karena ngitung dosa yg semakin numpuk terus takut masuk neraka.
dan yang paling penting bagiku adalah, sebelum mati, aku tau apa maksud kehadiranku disini, aku tau siapa yg menulis ini semua. setelah itu sih, mau dimasukkin kemana pun aku ga begitu peduli lg ;)
z: Hmm... Mas Abi benar juga... Kadang-kadang terlalu mikirin akhirat malah lupa hidup di dunia.
"Siapa yang menulis ini semua?" Maksud Mas?

saya: Dia Yang Maha Menulis z :D

z: Mm, jadi Mas Abi ingin tahu seperti apa Dia Yang Maha Menulis itu?
Mas Abi, aku penasaran, kalau kekekalan begitu panjang dibandingkan dengan hidup kita yang sementara, apa makna hidup bagi Mas?

saya: knp km jd ngintrogasi saya z? hahaha
hmm menurutku jika dibandingkan dgn hidup ini, justru kekekalan itu sesuatu yg membosankan hehe ;p

z: Trus apa makna hidup ini sebenarnya?

saya: nah itu yg sdg aku cari tau

z: Lho, bukannya Al-Qur'an pasti membicarakannya, Mas?

saya: ya, dan semua kitab suci lain pun membicarakannya. tapi bukankah pengalaman mendatangi suatu tempat jauh lebih berharga daripada membaca seratus peta utk mendatangi tempat tersebut z? ;D

z: Wah, menarik sekali... Selanjutnya kunomorin, yah, biar enak disimpan..
1. Kalau Mas Abi bicara tentang mendatangi akhirat, saya sih sependapat. Dan saya lebih percaya kepada orang yang pernah pergi ke seberang sana dan kembali untuk memberitahu kita jalan ke sana daripada yang sekadar memberitahu jalannya namun tidak pernah kembali untuk memberitahukan keberhasilannya. Mas pernah dengar orang yang seperti ini?
2. Mendatangi suatu tempat memang penting, apalagi kalau bicara tentang akhirat. Tapi, Mas, seperti kata Mas tadi, kalau memang hidup di dunia sama pentingnya dengan hidup di akhirat, bukankah mengetahui makna hidup di dunia itu amat sangat penting? Dari siapa selama ini Mas mencarinya?
saya: wah salah paham z, masksudku 'pengalaman mendatangi suatu tempat' tu bukan pergi ke akhirat, tapi pengalaman memahami makna dari hidup itu sendiri. karena kayak yg tadi kita bahas, al-quran dan semua kitab suci pun ngasihtau apa itu makna hidup manusia. tapi aku bakalan ngerasa lebih seneng kl aku berhasil menemukan makna hidupku sendiri z, ga secara mentah2 mengamini apa yg tertulis di kitab suci tanpa memahami artinya. ya kira2 gt lah z hehe

z: Oh, gitu... benar juga. Trus apa ada orang yang bisa menemukannya tanpa tuntunan? Maksud saya, menurut saya mata kita semua sudah rusak dan pemikiran kita hanya bisa menampung sebagian kebenaran.

saya: kalo yg kamu maksud dgn 'tuntunan' adalah kitab suci, percayalah, banyak sekali org yg sudah menemukannya tanpa itu. agama dgn segala perangkatnya (termasuk kitab suci) adalah salah satu media utk menemukan kebenaran z, dan aku percaya ada media2 lain utk itu

z: Mm... kalau begitu, semua kitab suci, agama, dan penemuan kebenaran sendiri mencapai satu kesepakatan tertentu? Maksudku, jika Tuhan itu satu dan ketika Dia berbicara selalu konsisten, tentu semua pendapat yang berasal dari Tuhan harusnya menyepakati satu kebenaran yang asli.

saya: yes! saya setuju. tuhan itu cuma ada satu tapi dia menyukai dipanggil dgn banyak nama, sama seperti dia cuma menyiptakan satu kebenaran tapi menghendaki manusia memaknai dan memahaminya dgn banyak cara

z: Mm... Tapi, Mas, saya lagi mikir: Tuhan tentu tidak mungkin berkontradiksi dengan dirinya sendiri. Kalau memang semua jalan menuju kebenaran, tidakkah Mas perhatikan mereka semua saling berkontradiksi?

saya: emm ga tuh hehe. itu mah manusianya aja yg sering keterlaluan ngerasa cinta sm jalannya, sampe2 sering muncul pikiran kyk "pokoknya gw sm temen2 gw yg bener, yg laennya masuk neraka!". mungkin itu ya yg ngebuat mereka kemudian nyiptain pembenaran2 (bukan kebenaran) yg ngejago2in jalan mereka masing2, sehingga muncullah kontradiksi2 itu

z: Mas, apa Mas pernah membandingkan kitab-kitab suci agama-agama? Manusia memang bisa menciptakan pembenaran, tapi perkataan Tuhan memang benar. Bagaimna dengan kitab suci, apa semuanya tidak saling berkontradiksi?

saya: hmm sebentar, sekarang giliranku nanya. menurutmu gmn z dgn semua itu?

z: Seumur hidup saya, saya sering sekali bertemu dengan orang-orang yang ngaku-ngaku diri paling benar, bahkan teriak-teriak mengutuk orang lain masuk neraka. Mereka ingin lebih kelihatan sebagai Tuhan daripada Tuhan itu sendiri. Waktu melihat mereka, bukannya saya tobat dan sembah Tuhan mereka, justru saya makin ga suka dengan "jalan" yang mereka tawarkan.
Makanya saya lebih suka menyeldiki langsung tokoh agama terbesar & kitabnya daripada mendengar apa kata mereka yang ngaku-ngaku itu.
saya: nah itu poinnya. mendukung atau menolak sesuatu seharusnya didahului dgn memahaminya. tp sialnya kita sering sekali dgn gagahnya menghina 'jalan' org lain
org hindu dibilang tolol karena menyembah berhala berupa patung yg mereka ciptakan sendiri, org kristen dibilang sinting karena menuhankan manusia, dan saya yakin banyak jg diantara kita yg menganggap org islam itu idiot karena setiap hari melakukan gerakan aneh bernama shalat menghadap sebuah bangunan persegi bernama ka'bah.
tp apakah kita bnr sudah mengerti bahwa patung2 yg dibuat oleh org hindu hanyalah simbol dari 'sesuatu' yg lebih besar? apakah kita sudah mempelajari secara mendalam ttg konsep trinitas dalam kristen? dan apakah kita sudah memahami esensi dari shalat?
saya yakin jika dari kecil setiap manusia diajari utk 'memahami', dunia akan menjadi tempat yg 10 kali lebih baik dari hari ini

Thursday, May 13, 2010

sumbangan dadakan untuk peace fest

berikut ini adalah beberapa sumbangan dadakan saya utk sebuah acara bernama peace fest#1 beberapa bulan lalu. semoga suatu hari ada yg berminat bikin peace fest#2 hehe


waham kebesaran



i'd rather die than be famous



hail to the chief



analog menyapa

Monday, May 3, 2010

surat terbuka untuk semua anak di seluruh dunia

halo teman-teman kecil, apa kabar kalian malam ini?

aku menulis surat ini karena aku merasa kalian perlu tahu sesuatu, sesuatu yang selama ini kami sembunyikan dengan amat rapi dari kalian. serapi barisan tentara, bukan seperti barisan kalian ketika sedang upacara bendera ataupun karnaval, karena aku tahu kalian amat susah diatur dan tak pernah rapi ketika disuruh berbaris. benar kan?

mungkin jika orang dewasa lain membaca surat ini, aku akan dimusuhi seumur hidup karena membocorkan rahasia besar ini kepada kalian. dan sebenarnya aku sedikit merasa bersalah karena mengkhianati mereka.
tapi aku tahu kalian penjaga rahasia yang baik, jadi jangan bilang siapa-siapa ya..

kalian siap mendengar ceritanya?
oke jadi begini teman-teman kecil. kami semua merasa keberadaan kalian mengancam kehidupan kami yang nyaman.

kami sangat terganggu dengan pertanyaan-pertanyaan tidak bermutu yang sering kalian ajukan;
kami merasa kesal jika setiap kali hendak bermain bersama teman-teman sesama orang dewasa, kalian selalu ingin ikut;
para orangtua merasa frustasi karena setelah melahirkan kalian hidup mereka tidak sebebas dulu lagi karena harus mencari uang untuk membeli susu kalian dan mengantarkan kalian ke sekolah;
para penjual makanan sebal jika kalian datang ke toko mereka, karena mereka tahu kalian tidak punya uang tapi selalu ingin macam-macam;
orang-orang dari industri televisi bosan jika setiap hari harus membuat acara untuk kalian, membuat acara yang aman ditonton untuk kalian. padahal itu sangat membosankan, mereka lebih memilih bekerja untuk membuat sinetron selama seminggu penuh daripada mengisi suara pada boneka yang kalian idolakan selama satu jam.

lalu muncullah ide itu. semua pemimpin di seluruh dunia atas persetujuan dari semua orang dewasa dari negara masing-masing sepakat untuk membuat sebuah program maha jenius: memusnahkan seluruh anak kecil dari muka bumi.
orang dewasa akan dilarang untuk melahirkan kalian, sebagai gantinya kami akan dikloning agar manusia tidak punah. ide yang jenius bukan? kami berteman dengan kloning kami sendiri.
aku dengar program ini akan dilaksanakan pada tahun 2015, jadi kalian hanya punya waktu 5 tahun lagi.

tapi tahukah kalian kenapa kami melakukan ini?
alasan utamanya adalah kami iri dengan kalian!
ya, kami iri.
kalian punya dunia sendiri sementara kami harus berdesakan hidup dalam dunia yang penuh dengan rutinitas.
kalian adalah makhluk-makhluk bebas sementara kami terbelenggu oleh tuntutan-tuntutan yang kami ciptakan sendiri.
kalian selalu bersemangat untuk bertanya tentang semua hal dan kami akan memarahi kalian lalu menyuruh kalian untuk menjalani hidup dengan tidak banyak bertanya.

aku jadi ingat waktu masih seumur kalian aku pernah berhari-hari bertanya kenapa telur mata sapi disebut telur mata sapi padahal mata sapi tidak sebesar itu. tapi pertanyaan itu lama-lama terkubur oleh jawaban-jawaban konyol yang dilontarkan orang dewasa, dan sejak itu aku malas bertanya lagi.

jadi begitulah teman-teman kecil, kami iri dengan kalian. sebenarnya kami semua sangat ingin bisa kembali menjadi anak-anak seperti kalian, bermain sepuas-puasnya tanpa disibukkan dengan hal-hal yang kami anggap penting yang aku yakin kalian menganggapnya amat sangat tidak penting.
maka jangan heran jika kami gemar menempelkan tulisan "jauhkan dari jangkauan anak-anak" di semua produk kami karena kami tidak mau berbagi mainan dengan kalian.

nah teman-teman kecil, aku ulangi, waktu kalian tinggal 5 tahun lagi. rencanakanlah pemberontakan sebaik-baiknya. jika kalian menyatukan kekuatan aku yakin kalian tidak akan bisa dikalahkan walaupun seluruh orang dewasa bersatu melawan kalian.
kuasailah dunia, dengan bersenjatakan imajinasi dan pertanyaan.

salam,
lulabi (orang dewasa)

Sunday, May 2, 2010

artefak imajinasi

tiba-tiba keinget buku catetan yang dulu selalu saya bawa kemana-mana. dia meringkuk kedinginan di rak bareng barang-barang lain yang sudah lama tidak saya sapa. maka beberapa halamannya saya scan, biar hangat lagi :)







Friday, April 30, 2010

wake up my friend, wake up!

"advertising has got us working jobs we hate, so we can buy shit we don't need."
-tyler durden


(foto oleh snedix)

Saturday, April 24, 2010

dua cara memandang manusia: kita semua gila atau kita semua waras, itu saja.

"orang yang tidak waras seringkali mempunyai rasa humor yang tinggi, apa yang menolongnya adalah mereka dapat menertawakan diri mereka sendiri"
-nadya olyanova

alkisah, ada sebuah kerajaan yang dipimpin oleh seorang raja yang baik dan adil. penduduknya sangat harmonis dan mereka hidup dalam kedamaian. kemudian datanglah seorang tukang sihir yang muak dengan semua ketentraman kedamaian itu. lalu dia memasukkan ramuan ajaib ke dalam sebuah sumur, semua orang yang minum dari sumur tersebut akan menjadi gila.

keesokan harinya, semua orang minum dari sumur tersebut dan menjadi gila, kecuali raja dan istrinya yang minum dari sumur yang lain. raja sangat cemas dan berusaha mengendalikan masyarakat dengan mengeluarkan aturan yang menyangkut keamanan dan kesehatan umum. namun polisi sudah minum dari sumur beracun itu, sehingga mereka menganggap peraturan yang dibuat raja itu aneh, dan mereka mengabaikannya.

ketika mendengar tentang aturan tersebut, rakyat kerajaan itu merasa raja sudah gila, sehingga memberi perintah yang tak masuk akal. mereka mendatangi istana dan meminta raja turun tahta. merasa putusasa, raja pun siap turun tahta, namun ratu mencegahnya dan berkata
"ayo kita minum dari sumur beracun itu. dengan demikian kita akan berlaku sama seperti mereka"

mereka pun melakukannya: raja dan ratu minum dari sumur beracun, dan seketika mereka pun menjadi gila dan melantur. rakyat berubah pikiran: sekarang raja menjadi bijak, mengapa ia tidak dibiarkan saja memimpin?

negeri itu pun hidup dengan damai, meskipun rakyatnya berperilaku berbeda dengan rakyat negeri tetangga. dan raja memimpin sampai akhir hayatnya.

(dikutip dari sepenggal dialog dalam Veronika Memutuskan Mati, karya Paulo Coelho)

***

saya adalah orang yang akan sangat gembira bukan main jika dibilang tidak normal, gila, aneh, atau bermacam istilah yang menggambarkan 'ketidaknormalan' lainnya oleh orang lain. karena jujur saja, saya tidak suka jika harus disamakan dengan orang lain. sama dengan orang lain=normal, maka dengan menjadi abnormal berarti saya berbeda dengan orang lain.

celakanya, seperti manusia lain, saya juga dikaruniai otak yang terbiasa berpikir praktis. tidak perlu repot-repot lagi menganalisis secara mendalam sesuatu untuk bisa memahaminya. maka karena saya suka disebut tidak normal, saya mengira semua orang juga merasakan hal yang sama.

saya sering mencari keabnormalan-keabnormalan dalam diri seseorang (bahkan walau orang itu amat sangat normal) kemudian memberitahunya tentang keabnormalan yang dia miliki supaya dia bisa merasa bangga karena dia juga berbeda dengan orang lain.

tapi ternyata saya salah, semalam seseorang berkata begini "tolong jangan bilang saya aneh, abnormal, psycho atau apapun itu lagi dong. itu mengganggu saya tau, saya jadi ngerasa sakit jiwa beneran"

saya langsung kaget loh, saya merasa bingung, kenapa ada orang yang tidak suka dibilang berbeda dengan orang lain? tapi di satu sisi saya mengutuk diri saya sendiri dengan sesuatu yang ternyata selama ini sering saya lupakan: sebuah istilah psikologi bernama individual differences. maaf saya benar-benar lupa. sama seperti saya yang juga pasti akan terganggu jika terus-menerus dibilang normal, lurus-lurus aja, sama dengan orang kebanyakan atau semua istilah yang menunjukkan 'kenormalan' lain :)

tapi jika berefleksi dari dongeng diatas, sesungguhnya tidak ada orang yang lebih gila atau lebih waras dari orang lain. kita semua sama-sama gila, atau sama-sama waras, terserah kamu mau menyebutnya apa. di dunia ini sumur beracun yang bisa membuat orang gila karena meminum airnya tidak cuma ada satu, tetapi amat sangat banyak, dan kita semua pernah meminumnya.

gampangnya begini, seyakin-yakinnya kamu merasa dirimu normal, kamu akan menjadi tidak normal jika keluar dari kerumunan dimana kamu tinggal selama ini. pergilah ke 100 tahun yang lalu, kamu akan dianggap orang gila jika memakai pakaian yang biasa kamu pakai hari ini. atau tidak perlu jauh-jauh, pergilah ke sebuah desa terpencil, kamu akan dianggap aneh dengan semua kebiasaan-kebiasaan kotamu. lihat? jadi 'normal' ataupun 'tidak normal' hanyalah tentang persepsi orang banyak, sama seperti benar dan salah. dan lagipula dari kuliah psikologi abnormal, saya tau kalo setiap orang sesungguhnya menyimpan keabnormalan dalam dirinya, entah dia sadar apa enggak. bahkan dosen filsafat saya pernah berkata:

"satu-satunya perbedaan antara orang gila dan orang waras adalah orang gila tinggal di rumah sakit jiwa sementara orang waras tidak"

jadi, ayo rayakan dirimu yang sesungguhnya tidak pernah benar-benar normal :D