Thursday, April 22, 2010

dan ikarus pun tersenyum walau tubuhnya hancur menghantam laut aegea

Ikarus adalah anak dari Daedalus, seorang seniman dari Athena. mereka berdua dipenjara oleh Raja Minos didalam labirin yang dibuat sendiri oleh Daedalus yang tadinya akan dipakai untuk mengurung Minotaur. saking rumitnya labirin tersebut, bahkan Daedalus sang pembuat pun tidak tahu dimana jalan keluarnya. akhirnya tinggallah mereka berdua disana selama bertahun-tahun.

suatu hari, entah karena bosan setengah mati atau karena jiwa mudanya yang terus bergejolak, Ikarus mengajak ayahnya untuk kabur dari labirin itu dan memintanya membuat sesuatu yang revolusioner. karena Daedalus adalah seorang seniman sekaligus penemu yang hebat dari Athena, muncullah ide yang sangat inovatif dalam kepalanya..membuat sayap!

akhirnya mereka berdua mulai merakit sayap dari bulu-bulu angsa dan direkatkan dengan lem. maka jadilah dua pasang sayap paling keren yang pernah diciptakan manusia. sebelum terbang, Daedalus menasehati anaknya:

"oh Ikarus, janganlah terbang terlalu rendah, karena sayapmu bisa basah oleh air laut. dan janganlah terbang terlalu tinggi, karena sayapmu bisa terbakar oleh matahari"

tapi demi jiwa mudanya yang lagi-lagi bergejolak, Ikarus berkali-kali membuat ayahnya mengelus dada dengan terbang terlalu rendah amat dekat dengan laut. kemudian puncaknya Ikarus terbang sangat tinggi, terlalu tinggi. lilin yang merekatkan sayapnya meleleh terbakar matahari. akhirnya Ikarus jatuh dan mati tenggelam di laut Aegea.

***

kebanyakan orang memaknai kisah Ikarus sebagai sebuah kisah yang berakhir tragis dan menyedihkan, yakni seorang manusia yang jatuh dan mati tenggelam sebelum mencapai tujuannya. atau lain lagi menurut Brueghel, seorang pelukis Belanda dari abad-16 yang dalam lukisannya yang berjudul Landscape with the Fall of Icarus, dia menggambarkan Ikarus, yang dengan tragisnya jatuh dari langit menghantam laut, tidak berpengaruh sedikitpun terhadap kehidupan orang-orang yang melihatnya; seorang penggembala tetap berjalan dengan tenang bersama anjingnya, bahkan seseorang yang sedang duduk menghadap teluk tidak menunjukkan respon apapun padahal tubuh Ikarus yang malang hanya berjarak beberapa meter dari tempatnya duduk.

berbeda dengan kebanyakan orang, saya memaknai kisah Ikarus sebagai sebuah kisah tentang tingkatan tertinggi dalam kematian manusia: mati dengan penuh kebanggaan karena telah mencapai sesuatu yang sangat dirindukannya. Ikarus tidak bodoh untuk tidak mengetahui sayapnya akan terbakar jika dia terbang terlalu tinggi. justru menurut saya dia sengaja terbang menantang mentari, terbang lebih tinggi dari ayahnya, dari semua manusia yang ada dibawahnya. Ikarus bisa saja bermain aman dengan terbang sejajar dengan ayahnya; tidak terlalu rendah juga tidak terlalu tinggi, kemudian dia akan sampai ke kota lain, menjalankan hidup seperti orang-orang normal lain. mungkin dia berpikir begini "hey bukankah itu sangat membosankan? bekerja, menikah, membesarkan anak kemudian mati perlahan-lahan dimakan umur. sementara tidak semua orang bisa terbang menantang mentari, dan aku akan melakukannya." yah siapa tahu?

saya selalu membayangkan Ikarus tersenyum lebar saat sayapnya terbakar, atau bahkan mungkin dia tertawa tak hentinya sampai tubuhnya menghantam laut.

seorang kawan pernah cerita, cerita yang dia dengar dari gurunya. ketika manusia lahir, mereka terlahir dengan tangan terkepal, karena sesungguhnya mereka terlahir dengan menggenggam 'sesuatu'. kemudian perlahan-lahan genggamannya terbuka dan 'sesuatu' itu terbang entah kemana, nah itulah tugas mereka untuk mencari 'sesuatu' itu dan kembali menggenggamnya sebelum mati. ada orang-orang yang berhasil mendapatkannya lagi dan ada orang-orang yang mati tanpa pernah tahu apa 'sesuatu' itu. Ikarus telah sangat mantap meraih kembali 'sesuatu' itu saat matanya memicing oleh sinar mentari, saat dia mencium bau sayapnya yang terbakar, dan kemudian saat dia jatuh.

nah kawan, jika engkau menjadi Ikarus, apa yang akan kau lakukan? menghabiskan hidup didalam labirin, terbang dengan aman ke kota lain dan memulai kehidupan yang normal disana, atau terbang menantang mentari?

1 comment:

  1. keren....
    banget.



    renitawidiastari.blogspot. com

    ReplyDelete