ini adalah percakapan antara saya dan seorang teman berinisial z dalam sebuah situs jejaring sosial. dia adalah seorang kristiani yang taat dan tahu banyak tentang agamanya (setidaknya menurut saya). memang agak panjang dialognya, butuh sedikit kesabaran untuk membacanya sampai habis. selamat membaca :D
z: Mas Abi, aku bertanya-tanya, apakah kita sedang melebih-lebihkan kesalehan kita dan meremehkan kesucian Allah dengan berkata bisa masuk surga dengan menganggap kita mampu hidup cukup baik dalam memenuhi hukum-hukum-Nya?
Friday, May 28, 2010
Thursday, May 13, 2010
sumbangan dadakan untuk peace fest
Monday, May 3, 2010
surat terbuka untuk semua anak di seluruh dunia
halo teman-teman kecil, apa kabar kalian malam ini?
aku menulis surat ini karena aku merasa kalian perlu tahu sesuatu, sesuatu yang selama ini kami sembunyikan dengan amat rapi dari kalian. serapi barisan tentara, bukan seperti barisan kalian ketika sedang upacara bendera ataupun karnaval, karena aku tahu kalian amat susah diatur dan tak pernah rapi ketika disuruh berbaris. benar kan?
mungkin jika orang dewasa lain membaca surat ini, aku akan dimusuhi seumur hidup karena membocorkan rahasia besar ini kepada kalian. dan sebenarnya aku sedikit merasa bersalah karena mengkhianati mereka.
tapi aku tahu kalian penjaga rahasia yang baik, jadi jangan bilang siapa-siapa ya..
kalian siap mendengar ceritanya?
oke jadi begini teman-teman kecil. kami semua merasa keberadaan kalian mengancam kehidupan kami yang nyaman.
kami sangat terganggu dengan pertanyaan-pertanyaan tidak bermutu yang sering kalian ajukan;
kami merasa kesal jika setiap kali hendak bermain bersama teman-teman sesama orang dewasa, kalian selalu ingin ikut;
para orangtua merasa frustasi karena setelah melahirkan kalian hidup mereka tidak sebebas dulu lagi karena harus mencari uang untuk membeli susu kalian dan mengantarkan kalian ke sekolah;
para penjual makanan sebal jika kalian datang ke toko mereka, karena mereka tahu kalian tidak punya uang tapi selalu ingin macam-macam;
orang-orang dari industri televisi bosan jika setiap hari harus membuat acara untuk kalian, membuat acara yang aman ditonton untuk kalian. padahal itu sangat membosankan, mereka lebih memilih bekerja untuk membuat sinetron selama seminggu penuh daripada mengisi suara pada boneka yang kalian idolakan selama satu jam.
lalu muncullah ide itu. semua pemimpin di seluruh dunia atas persetujuan dari semua orang dewasa dari negara masing-masing sepakat untuk membuat sebuah program maha jenius: memusnahkan seluruh anak kecil dari muka bumi.
orang dewasa akan dilarang untuk melahirkan kalian, sebagai gantinya kami akan dikloning agar manusia tidak punah. ide yang jenius bukan? kami berteman dengan kloning kami sendiri.
aku dengar program ini akan dilaksanakan pada tahun 2015, jadi kalian hanya punya waktu 5 tahun lagi.
tapi tahukah kalian kenapa kami melakukan ini?
alasan utamanya adalah kami iri dengan kalian!
ya, kami iri.
kalian punya dunia sendiri sementara kami harus berdesakan hidup dalam dunia yang penuh dengan rutinitas.
kalian adalah makhluk-makhluk bebas sementara kami terbelenggu oleh tuntutan-tuntutan yang kami ciptakan sendiri.
kalian selalu bersemangat untuk bertanya tentang semua hal dan kami akan memarahi kalian lalu menyuruh kalian untuk menjalani hidup dengan tidak banyak bertanya.
aku jadi ingat waktu masih seumur kalian aku pernah berhari-hari bertanya kenapa telur mata sapi disebut telur mata sapi padahal mata sapi tidak sebesar itu. tapi pertanyaan itu lama-lama terkubur oleh jawaban-jawaban konyol yang dilontarkan orang dewasa, dan sejak itu aku malas bertanya lagi.
jadi begitulah teman-teman kecil, kami iri dengan kalian. sebenarnya kami semua sangat ingin bisa kembali menjadi anak-anak seperti kalian, bermain sepuas-puasnya tanpa disibukkan dengan hal-hal yang kami anggap penting yang aku yakin kalian menganggapnya amat sangat tidak penting.
maka jangan heran jika kami gemar menempelkan tulisan "jauhkan dari jangkauan anak-anak" di semua produk kami karena kami tidak mau berbagi mainan dengan kalian.
nah teman-teman kecil, aku ulangi, waktu kalian tinggal 5 tahun lagi. rencanakanlah pemberontakan sebaik-baiknya. jika kalian menyatukan kekuatan aku yakin kalian tidak akan bisa dikalahkan walaupun seluruh orang dewasa bersatu melawan kalian.
kuasailah dunia, dengan bersenjatakan imajinasi dan pertanyaan.
salam,
lulabi (orang dewasa)
aku menulis surat ini karena aku merasa kalian perlu tahu sesuatu, sesuatu yang selama ini kami sembunyikan dengan amat rapi dari kalian. serapi barisan tentara, bukan seperti barisan kalian ketika sedang upacara bendera ataupun karnaval, karena aku tahu kalian amat susah diatur dan tak pernah rapi ketika disuruh berbaris. benar kan?
mungkin jika orang dewasa lain membaca surat ini, aku akan dimusuhi seumur hidup karena membocorkan rahasia besar ini kepada kalian. dan sebenarnya aku sedikit merasa bersalah karena mengkhianati mereka.
tapi aku tahu kalian penjaga rahasia yang baik, jadi jangan bilang siapa-siapa ya..
kalian siap mendengar ceritanya?
oke jadi begini teman-teman kecil. kami semua merasa keberadaan kalian mengancam kehidupan kami yang nyaman.
kami sangat terganggu dengan pertanyaan-pertanyaan tidak bermutu yang sering kalian ajukan;
kami merasa kesal jika setiap kali hendak bermain bersama teman-teman sesama orang dewasa, kalian selalu ingin ikut;
para orangtua merasa frustasi karena setelah melahirkan kalian hidup mereka tidak sebebas dulu lagi karena harus mencari uang untuk membeli susu kalian dan mengantarkan kalian ke sekolah;
para penjual makanan sebal jika kalian datang ke toko mereka, karena mereka tahu kalian tidak punya uang tapi selalu ingin macam-macam;
orang-orang dari industri televisi bosan jika setiap hari harus membuat acara untuk kalian, membuat acara yang aman ditonton untuk kalian. padahal itu sangat membosankan, mereka lebih memilih bekerja untuk membuat sinetron selama seminggu penuh daripada mengisi suara pada boneka yang kalian idolakan selama satu jam.
lalu muncullah ide itu. semua pemimpin di seluruh dunia atas persetujuan dari semua orang dewasa dari negara masing-masing sepakat untuk membuat sebuah program maha jenius: memusnahkan seluruh anak kecil dari muka bumi.
orang dewasa akan dilarang untuk melahirkan kalian, sebagai gantinya kami akan dikloning agar manusia tidak punah. ide yang jenius bukan? kami berteman dengan kloning kami sendiri.
aku dengar program ini akan dilaksanakan pada tahun 2015, jadi kalian hanya punya waktu 5 tahun lagi.
tapi tahukah kalian kenapa kami melakukan ini?
alasan utamanya adalah kami iri dengan kalian!
ya, kami iri.
kalian punya dunia sendiri sementara kami harus berdesakan hidup dalam dunia yang penuh dengan rutinitas.
kalian adalah makhluk-makhluk bebas sementara kami terbelenggu oleh tuntutan-tuntutan yang kami ciptakan sendiri.
kalian selalu bersemangat untuk bertanya tentang semua hal dan kami akan memarahi kalian lalu menyuruh kalian untuk menjalani hidup dengan tidak banyak bertanya.
aku jadi ingat waktu masih seumur kalian aku pernah berhari-hari bertanya kenapa telur mata sapi disebut telur mata sapi padahal mata sapi tidak sebesar itu. tapi pertanyaan itu lama-lama terkubur oleh jawaban-jawaban konyol yang dilontarkan orang dewasa, dan sejak itu aku malas bertanya lagi.
jadi begitulah teman-teman kecil, kami iri dengan kalian. sebenarnya kami semua sangat ingin bisa kembali menjadi anak-anak seperti kalian, bermain sepuas-puasnya tanpa disibukkan dengan hal-hal yang kami anggap penting yang aku yakin kalian menganggapnya amat sangat tidak penting.
maka jangan heran jika kami gemar menempelkan tulisan "jauhkan dari jangkauan anak-anak" di semua produk kami karena kami tidak mau berbagi mainan dengan kalian.
nah teman-teman kecil, aku ulangi, waktu kalian tinggal 5 tahun lagi. rencanakanlah pemberontakan sebaik-baiknya. jika kalian menyatukan kekuatan aku yakin kalian tidak akan bisa dikalahkan walaupun seluruh orang dewasa bersatu melawan kalian.
kuasailah dunia, dengan bersenjatakan imajinasi dan pertanyaan.
salam,
lulabi (orang dewasa)
Sunday, May 2, 2010
artefak imajinasi
Friday, April 30, 2010
wake up my friend, wake up!
"advertising has got us working jobs we hate, so we can buy shit we don't need."
-tyler durden

(foto oleh snedix)
-tyler durden
(foto oleh snedix)
Saturday, April 24, 2010
dua cara memandang manusia: kita semua gila atau kita semua waras, itu saja.
"orang yang tidak waras seringkali mempunyai rasa humor yang tinggi, apa yang menolongnya adalah mereka dapat menertawakan diri mereka sendiri"
-nadya olyanova
alkisah, ada sebuah kerajaan yang dipimpin oleh seorang raja yang baik dan adil. penduduknya sangat harmonis dan mereka hidup dalam kedamaian. kemudian datanglah seorang tukang sihir yang muak dengan semua ketentraman kedamaian itu. lalu dia memasukkan ramuan ajaib ke dalam sebuah sumur, semua orang yang minum dari sumur tersebut akan menjadi gila.
keesokan harinya, semua orang minum dari sumur tersebut dan menjadi gila, kecuali raja dan istrinya yang minum dari sumur yang lain. raja sangat cemas dan berusaha mengendalikan masyarakat dengan mengeluarkan aturan yang menyangkut keamanan dan kesehatan umum. namun polisi sudah minum dari sumur beracun itu, sehingga mereka menganggap peraturan yang dibuat raja itu aneh, dan mereka mengabaikannya.
ketika mendengar tentang aturan tersebut, rakyat kerajaan itu merasa raja sudah gila, sehingga memberi perintah yang tak masuk akal. mereka mendatangi istana dan meminta raja turun tahta. merasa putusasa, raja pun siap turun tahta, namun ratu mencegahnya dan berkata
"ayo kita minum dari sumur beracun itu. dengan demikian kita akan berlaku sama seperti mereka"
mereka pun melakukannya: raja dan ratu minum dari sumur beracun, dan seketika mereka pun menjadi gila dan melantur. rakyat berubah pikiran: sekarang raja menjadi bijak, mengapa ia tidak dibiarkan saja memimpin?
negeri itu pun hidup dengan damai, meskipun rakyatnya berperilaku berbeda dengan rakyat negeri tetangga. dan raja memimpin sampai akhir hayatnya.
(dikutip dari sepenggal dialog dalam Veronika Memutuskan Mati, karya Paulo Coelho)
***
saya adalah orang yang akan sangat gembira bukan main jika dibilang tidak normal, gila, aneh, atau bermacam istilah yang menggambarkan 'ketidaknormalan' lainnya oleh orang lain. karena jujur saja, saya tidak suka jika harus disamakan dengan orang lain. sama dengan orang lain=normal, maka dengan menjadi abnormal berarti saya berbeda dengan orang lain.
celakanya, seperti manusia lain, saya juga dikaruniai otak yang terbiasa berpikir praktis. tidak perlu repot-repot lagi menganalisis secara mendalam sesuatu untuk bisa memahaminya. maka karena saya suka disebut tidak normal, saya mengira semua orang juga merasakan hal yang sama.
saya sering mencari keabnormalan-keabnormalan dalam diri seseorang (bahkan walau orang itu amat sangat normal) kemudian memberitahunya tentang keabnormalan yang dia miliki supaya dia bisa merasa bangga karena dia juga berbeda dengan orang lain.
tapi ternyata saya salah, semalam seseorang berkata begini "tolong jangan bilang saya aneh, abnormal, psycho atau apapun itu lagi dong. itu mengganggu saya tau, saya jadi ngerasa sakit jiwa beneran"
saya langsung kaget loh, saya merasa bingung, kenapa ada orang yang tidak suka dibilang berbeda dengan orang lain? tapi di satu sisi saya mengutuk diri saya sendiri dengan sesuatu yang ternyata selama ini sering saya lupakan: sebuah istilah psikologi bernama individual differences. maaf saya benar-benar lupa. sama seperti saya yang juga pasti akan terganggu jika terus-menerus dibilang normal, lurus-lurus aja, sama dengan orang kebanyakan atau semua istilah yang menunjukkan 'kenormalan' lain :)
tapi jika berefleksi dari dongeng diatas, sesungguhnya tidak ada orang yang lebih gila atau lebih waras dari orang lain. kita semua sama-sama gila, atau sama-sama waras, terserah kamu mau menyebutnya apa. di dunia ini sumur beracun yang bisa membuat orang gila karena meminum airnya tidak cuma ada satu, tetapi amat sangat banyak, dan kita semua pernah meminumnya.
gampangnya begini, seyakin-yakinnya kamu merasa dirimu normal, kamu akan menjadi tidak normal jika keluar dari kerumunan dimana kamu tinggal selama ini. pergilah ke 100 tahun yang lalu, kamu akan dianggap orang gila jika memakai pakaian yang biasa kamu pakai hari ini. atau tidak perlu jauh-jauh, pergilah ke sebuah desa terpencil, kamu akan dianggap aneh dengan semua kebiasaan-kebiasaan kotamu. lihat? jadi 'normal' ataupun 'tidak normal' hanyalah tentang persepsi orang banyak, sama seperti benar dan salah. dan lagipula dari kuliah psikologi abnormal, saya tau kalo setiap orang sesungguhnya menyimpan keabnormalan dalam dirinya, entah dia sadar apa enggak. bahkan dosen filsafat saya pernah berkata:
"satu-satunya perbedaan antara orang gila dan orang waras adalah orang gila tinggal di rumah sakit jiwa sementara orang waras tidak"
jadi, ayo rayakan dirimu yang sesungguhnya tidak pernah benar-benar normal :D
-nadya olyanova
alkisah, ada sebuah kerajaan yang dipimpin oleh seorang raja yang baik dan adil. penduduknya sangat harmonis dan mereka hidup dalam kedamaian. kemudian datanglah seorang tukang sihir yang muak dengan semua ketentraman kedamaian itu. lalu dia memasukkan ramuan ajaib ke dalam sebuah sumur, semua orang yang minum dari sumur tersebut akan menjadi gila.
keesokan harinya, semua orang minum dari sumur tersebut dan menjadi gila, kecuali raja dan istrinya yang minum dari sumur yang lain. raja sangat cemas dan berusaha mengendalikan masyarakat dengan mengeluarkan aturan yang menyangkut keamanan dan kesehatan umum. namun polisi sudah minum dari sumur beracun itu, sehingga mereka menganggap peraturan yang dibuat raja itu aneh, dan mereka mengabaikannya.
ketika mendengar tentang aturan tersebut, rakyat kerajaan itu merasa raja sudah gila, sehingga memberi perintah yang tak masuk akal. mereka mendatangi istana dan meminta raja turun tahta. merasa putusasa, raja pun siap turun tahta, namun ratu mencegahnya dan berkata
"ayo kita minum dari sumur beracun itu. dengan demikian kita akan berlaku sama seperti mereka"
mereka pun melakukannya: raja dan ratu minum dari sumur beracun, dan seketika mereka pun menjadi gila dan melantur. rakyat berubah pikiran: sekarang raja menjadi bijak, mengapa ia tidak dibiarkan saja memimpin?
negeri itu pun hidup dengan damai, meskipun rakyatnya berperilaku berbeda dengan rakyat negeri tetangga. dan raja memimpin sampai akhir hayatnya.
(dikutip dari sepenggal dialog dalam Veronika Memutuskan Mati, karya Paulo Coelho)
***
saya adalah orang yang akan sangat gembira bukan main jika dibilang tidak normal, gila, aneh, atau bermacam istilah yang menggambarkan 'ketidaknormalan' lainnya oleh orang lain. karena jujur saja, saya tidak suka jika harus disamakan dengan orang lain. sama dengan orang lain=normal, maka dengan menjadi abnormal berarti saya berbeda dengan orang lain.
celakanya, seperti manusia lain, saya juga dikaruniai otak yang terbiasa berpikir praktis. tidak perlu repot-repot lagi menganalisis secara mendalam sesuatu untuk bisa memahaminya. maka karena saya suka disebut tidak normal, saya mengira semua orang juga merasakan hal yang sama.
saya sering mencari keabnormalan-keabnormalan dalam diri seseorang (bahkan walau orang itu amat sangat normal) kemudian memberitahunya tentang keabnormalan yang dia miliki supaya dia bisa merasa bangga karena dia juga berbeda dengan orang lain.
tapi ternyata saya salah, semalam seseorang berkata begini "tolong jangan bilang saya aneh, abnormal, psycho atau apapun itu lagi dong. itu mengganggu saya tau, saya jadi ngerasa sakit jiwa beneran"
saya langsung kaget loh, saya merasa bingung, kenapa ada orang yang tidak suka dibilang berbeda dengan orang lain? tapi di satu sisi saya mengutuk diri saya sendiri dengan sesuatu yang ternyata selama ini sering saya lupakan: sebuah istilah psikologi bernama individual differences. maaf saya benar-benar lupa. sama seperti saya yang juga pasti akan terganggu jika terus-menerus dibilang normal, lurus-lurus aja, sama dengan orang kebanyakan atau semua istilah yang menunjukkan 'kenormalan' lain :)
tapi jika berefleksi dari dongeng diatas, sesungguhnya tidak ada orang yang lebih gila atau lebih waras dari orang lain. kita semua sama-sama gila, atau sama-sama waras, terserah kamu mau menyebutnya apa. di dunia ini sumur beracun yang bisa membuat orang gila karena meminum airnya tidak cuma ada satu, tetapi amat sangat banyak, dan kita semua pernah meminumnya.
gampangnya begini, seyakin-yakinnya kamu merasa dirimu normal, kamu akan menjadi tidak normal jika keluar dari kerumunan dimana kamu tinggal selama ini. pergilah ke 100 tahun yang lalu, kamu akan dianggap orang gila jika memakai pakaian yang biasa kamu pakai hari ini. atau tidak perlu jauh-jauh, pergilah ke sebuah desa terpencil, kamu akan dianggap aneh dengan semua kebiasaan-kebiasaan kotamu. lihat? jadi 'normal' ataupun 'tidak normal' hanyalah tentang persepsi orang banyak, sama seperti benar dan salah. dan lagipula dari kuliah psikologi abnormal, saya tau kalo setiap orang sesungguhnya menyimpan keabnormalan dalam dirinya, entah dia sadar apa enggak. bahkan dosen filsafat saya pernah berkata:
"satu-satunya perbedaan antara orang gila dan orang waras adalah orang gila tinggal di rumah sakit jiwa sementara orang waras tidak"
jadi, ayo rayakan dirimu yang sesungguhnya tidak pernah benar-benar normal :D
Thursday, April 22, 2010
dan ikarus pun tersenyum walau tubuhnya hancur menghantam laut aegea
Ikarus adalah anak dari Daedalus, seorang seniman dari Athena. mereka berdua dipenjara oleh Raja Minos didalam labirin yang dibuat sendiri oleh Daedalus yang tadinya akan dipakai untuk mengurung Minotaur. saking rumitnya labirin tersebut, bahkan Daedalus sang pembuat pun tidak tahu dimana jalan keluarnya. akhirnya tinggallah mereka berdua disana selama bertahun-tahun.
suatu hari, entah karena bosan setengah mati atau karena jiwa mudanya yang terus bergejolak, Ikarus mengajak ayahnya untuk kabur dari labirin itu dan memintanya membuat sesuatu yang revolusioner. karena Daedalus adalah seorang seniman sekaligus penemu yang hebat dari Athena, muncullah ide yang sangat inovatif dalam kepalanya..membuat sayap!
akhirnya mereka berdua mulai merakit sayap dari bulu-bulu angsa dan direkatkan dengan lem. maka jadilah dua pasang sayap paling keren yang pernah diciptakan manusia. sebelum terbang, Daedalus menasehati anaknya:
"oh Ikarus, janganlah terbang terlalu rendah, karena sayapmu bisa basah oleh air laut. dan janganlah terbang terlalu tinggi, karena sayapmu bisa terbakar oleh matahari"
tapi demi jiwa mudanya yang lagi-lagi bergejolak, Ikarus berkali-kali membuat ayahnya mengelus dada dengan terbang terlalu rendah amat dekat dengan laut. kemudian puncaknya Ikarus terbang sangat tinggi, terlalu tinggi. lilin yang merekatkan sayapnya meleleh terbakar matahari. akhirnya Ikarus jatuh dan mati tenggelam di laut Aegea.
***
kebanyakan orang memaknai kisah Ikarus sebagai sebuah kisah yang berakhir tragis dan menyedihkan, yakni seorang manusia yang jatuh dan mati tenggelam sebelum mencapai tujuannya. atau lain lagi menurut Brueghel, seorang pelukis Belanda dari abad-16 yang dalam lukisannya yang berjudul Landscape with the Fall of Icarus, dia menggambarkan Ikarus, yang dengan tragisnya jatuh dari langit menghantam laut, tidak berpengaruh sedikitpun terhadap kehidupan orang-orang yang melihatnya; seorang penggembala tetap berjalan dengan tenang bersama anjingnya, bahkan seseorang yang sedang duduk menghadap teluk tidak menunjukkan respon apapun padahal tubuh Ikarus yang malang hanya berjarak beberapa meter dari tempatnya duduk.
berbeda dengan kebanyakan orang, saya memaknai kisah Ikarus sebagai sebuah kisah tentang tingkatan tertinggi dalam kematian manusia: mati dengan penuh kebanggaan karena telah mencapai sesuatu yang sangat dirindukannya. Ikarus tidak bodoh untuk tidak mengetahui sayapnya akan terbakar jika dia terbang terlalu tinggi. justru menurut saya dia sengaja terbang menantang mentari, terbang lebih tinggi dari ayahnya, dari semua manusia yang ada dibawahnya. Ikarus bisa saja bermain aman dengan terbang sejajar dengan ayahnya; tidak terlalu rendah juga tidak terlalu tinggi, kemudian dia akan sampai ke kota lain, menjalankan hidup seperti orang-orang normal lain. mungkin dia berpikir begini "hey bukankah itu sangat membosankan? bekerja, menikah, membesarkan anak kemudian mati perlahan-lahan dimakan umur. sementara tidak semua orang bisa terbang menantang mentari, dan aku akan melakukannya." yah siapa tahu?
saya selalu membayangkan Ikarus tersenyum lebar saat sayapnya terbakar, atau bahkan mungkin dia tertawa tak hentinya sampai tubuhnya menghantam laut.
seorang kawan pernah cerita, cerita yang dia dengar dari gurunya. ketika manusia lahir, mereka terlahir dengan tangan terkepal, karena sesungguhnya mereka terlahir dengan menggenggam 'sesuatu'. kemudian perlahan-lahan genggamannya terbuka dan 'sesuatu' itu terbang entah kemana, nah itulah tugas mereka untuk mencari 'sesuatu' itu dan kembali menggenggamnya sebelum mati. ada orang-orang yang berhasil mendapatkannya lagi dan ada orang-orang yang mati tanpa pernah tahu apa 'sesuatu' itu. Ikarus telah sangat mantap meraih kembali 'sesuatu' itu saat matanya memicing oleh sinar mentari, saat dia mencium bau sayapnya yang terbakar, dan kemudian saat dia jatuh.
nah kawan, jika engkau menjadi Ikarus, apa yang akan kau lakukan? menghabiskan hidup didalam labirin, terbang dengan aman ke kota lain dan memulai kehidupan yang normal disana, atau terbang menantang mentari?
suatu hari, entah karena bosan setengah mati atau karena jiwa mudanya yang terus bergejolak, Ikarus mengajak ayahnya untuk kabur dari labirin itu dan memintanya membuat sesuatu yang revolusioner. karena Daedalus adalah seorang seniman sekaligus penemu yang hebat dari Athena, muncullah ide yang sangat inovatif dalam kepalanya..membuat sayap!
akhirnya mereka berdua mulai merakit sayap dari bulu-bulu angsa dan direkatkan dengan lem. maka jadilah dua pasang sayap paling keren yang pernah diciptakan manusia. sebelum terbang, Daedalus menasehati anaknya:
"oh Ikarus, janganlah terbang terlalu rendah, karena sayapmu bisa basah oleh air laut. dan janganlah terbang terlalu tinggi, karena sayapmu bisa terbakar oleh matahari"
tapi demi jiwa mudanya yang lagi-lagi bergejolak, Ikarus berkali-kali membuat ayahnya mengelus dada dengan terbang terlalu rendah amat dekat dengan laut. kemudian puncaknya Ikarus terbang sangat tinggi, terlalu tinggi. lilin yang merekatkan sayapnya meleleh terbakar matahari. akhirnya Ikarus jatuh dan mati tenggelam di laut Aegea.
***
kebanyakan orang memaknai kisah Ikarus sebagai sebuah kisah yang berakhir tragis dan menyedihkan, yakni seorang manusia yang jatuh dan mati tenggelam sebelum mencapai tujuannya. atau lain lagi menurut Brueghel, seorang pelukis Belanda dari abad-16 yang dalam lukisannya yang berjudul Landscape with the Fall of Icarus, dia menggambarkan Ikarus, yang dengan tragisnya jatuh dari langit menghantam laut, tidak berpengaruh sedikitpun terhadap kehidupan orang-orang yang melihatnya; seorang penggembala tetap berjalan dengan tenang bersama anjingnya, bahkan seseorang yang sedang duduk menghadap teluk tidak menunjukkan respon apapun padahal tubuh Ikarus yang malang hanya berjarak beberapa meter dari tempatnya duduk.
berbeda dengan kebanyakan orang, saya memaknai kisah Ikarus sebagai sebuah kisah tentang tingkatan tertinggi dalam kematian manusia: mati dengan penuh kebanggaan karena telah mencapai sesuatu yang sangat dirindukannya. Ikarus tidak bodoh untuk tidak mengetahui sayapnya akan terbakar jika dia terbang terlalu tinggi. justru menurut saya dia sengaja terbang menantang mentari, terbang lebih tinggi dari ayahnya, dari semua manusia yang ada dibawahnya. Ikarus bisa saja bermain aman dengan terbang sejajar dengan ayahnya; tidak terlalu rendah juga tidak terlalu tinggi, kemudian dia akan sampai ke kota lain, menjalankan hidup seperti orang-orang normal lain. mungkin dia berpikir begini "hey bukankah itu sangat membosankan? bekerja, menikah, membesarkan anak kemudian mati perlahan-lahan dimakan umur. sementara tidak semua orang bisa terbang menantang mentari, dan aku akan melakukannya." yah siapa tahu?
saya selalu membayangkan Ikarus tersenyum lebar saat sayapnya terbakar, atau bahkan mungkin dia tertawa tak hentinya sampai tubuhnya menghantam laut.
seorang kawan pernah cerita, cerita yang dia dengar dari gurunya. ketika manusia lahir, mereka terlahir dengan tangan terkepal, karena sesungguhnya mereka terlahir dengan menggenggam 'sesuatu'. kemudian perlahan-lahan genggamannya terbuka dan 'sesuatu' itu terbang entah kemana, nah itulah tugas mereka untuk mencari 'sesuatu' itu dan kembali menggenggamnya sebelum mati. ada orang-orang yang berhasil mendapatkannya lagi dan ada orang-orang yang mati tanpa pernah tahu apa 'sesuatu' itu. Ikarus telah sangat mantap meraih kembali 'sesuatu' itu saat matanya memicing oleh sinar mentari, saat dia mencium bau sayapnya yang terbakar, dan kemudian saat dia jatuh.
nah kawan, jika engkau menjadi Ikarus, apa yang akan kau lakukan? menghabiskan hidup didalam labirin, terbang dengan aman ke kota lain dan memulai kehidupan yang normal disana, atau terbang menantang mentari?
Subscribe to:
Posts (Atom)











z: Mas Abi, tanpa Tuhan, di surga tidak ada keindahan apa pun. Memangnya, Mas Abi, apa yang penting bagi Mas?
dan yang paling penting bagiku adalah, sebelum mati, aku tau apa maksud kehadiranku disini, aku tau siapa yg menulis ini semua. setelah itu sih, mau dimasukkin kemana pun aku ga begitu peduli lg ;)
z: Hmm... Mas Abi benar juga... Kadang-kadang terlalu mikirin akhirat malah lupa hidup di dunia.
"Siapa yang menulis ini semua?" Maksud Mas?
saya: Dia Yang Maha Menulis z :D
z: Mm, jadi Mas Abi ingin tahu seperti apa Dia Yang Maha Menulis itu?
Mas Abi, aku penasaran, kalau kekekalan begitu panjang dibandingkan dengan hidup kita yang sementara, apa makna hidup bagi Mas?
hmm menurutku jika dibandingkan dgn hidup ini, justru kekekalan itu sesuatu yg membosankan hehe ;p
z: Trus apa makna hidup ini sebenarnya?
saya: nah itu yg sdg aku cari tau
saya: ya, dan semua kitab suci lain pun membicarakannya. tapi bukankah pengalaman mendatangi suatu tempat jauh lebih berharga daripada membaca seratus peta utk mendatangi tempat tersebut z? ;D
z: Wah, menarik sekali... Selanjutnya kunomorin, yah, biar enak disimpan..
1. Kalau Mas Abi bicara tentang mendatangi akhirat, saya sih sependapat. Dan saya lebih percaya kepada orang yang pernah pergi ke seberang sana dan kembali untuk memberitahu kita jalan ke sana daripada yang sekadar memberitahu jalannya namun tidak pernah kembali untuk memberitahukan keberhasilannya. Mas pernah dengar orang yang seperti ini?
2. Mendatangi suatu tempat memang penting, apalagi kalau bicara tentang akhirat. Tapi, Mas, seperti kata Mas tadi, kalau memang hidup di dunia sama pentingnya dengan hidup di akhirat, bukankah mengetahui makna hidup di dunia itu amat sangat penting? Dari siapa selama ini Mas mencarinya?
saya: wah salah paham z, masksudku 'pengalaman mendatangi suatu tempat' tu bukan pergi ke akhirat, tapi pengalaman memahami makna dari hidup itu sendiri. karena kayak yg tadi kita bahas, al-quran dan semua kitab suci pun ngasihtau apa itu makna hidup manusia. tapi aku bakalan ngerasa lebih seneng kl aku berhasil menemukan makna hidupku sendiri z, ga secara mentah2 mengamini apa yg tertulis di kitab suci tanpa memahami artinya. ya kira2 gt lah z hehe
z: Oh, gitu... benar juga. Trus apa ada orang yang bisa menemukannya tanpa tuntunan? Maksud saya, menurut saya mata kita semua sudah rusak dan pemikiran kita hanya bisa menampung sebagian kebenaran.
saya: kalo yg kamu maksud dgn 'tuntunan' adalah kitab suci, percayalah, banyak sekali org yg sudah menemukannya tanpa itu. agama dgn segala perangkatnya (termasuk kitab suci) adalah salah satu media utk menemukan kebenaran z, dan aku percaya ada media2 lain utk itu
z: Mm... kalau begitu, semua kitab suci, agama, dan penemuan kebenaran sendiri mencapai satu kesepakatan tertentu? Maksudku, jika Tuhan itu satu dan ketika Dia berbicara selalu konsisten, tentu semua pendapat yang berasal dari Tuhan harusnya menyepakati satu kebenaran yang asli.
saya: yes! saya setuju. tuhan itu cuma ada satu tapi dia menyukai dipanggil dgn banyak nama, sama seperti dia cuma menyiptakan satu kebenaran tapi menghendaki manusia memaknai dan memahaminya dgn banyak cara
saya: emm ga tuh hehe. itu mah manusianya aja yg sering keterlaluan ngerasa cinta sm jalannya, sampe2 sering muncul pikiran kyk "pokoknya gw sm temen2 gw yg bener, yg laennya masuk neraka!". mungkin itu ya yg ngebuat mereka kemudian nyiptain pembenaran2 (bukan kebenaran) yg ngejago2in jalan mereka masing2, sehingga muncullah kontradiksi2 itu
z: Mas, apa Mas pernah membandingkan kitab-kitab suci agama-agama? Manusia memang bisa menciptakan pembenaran, tapi perkataan Tuhan memang benar. Bagaimna dengan kitab suci, apa semuanya tidak saling berkontradiksi?
saya: hmm sebentar, sekarang giliranku nanya. menurutmu gmn z dgn semua itu?
z: Seumur hidup saya, saya sering sekali bertemu dengan orang-orang yang ngaku-ngaku diri paling benar, bahkan teriak-teriak mengutuk orang lain masuk neraka. Mereka ingin lebih kelihatan sebagai Tuhan daripada Tuhan itu sendiri. Waktu melihat mereka, bukannya saya tobat dan sembah Tuhan mereka, justru saya makin ga suka dengan "jalan" yang mereka tawarkan.
Makanya saya lebih suka menyeldiki langsung tokoh agama terbesar & kitabnya daripada mendengar apa kata mereka yang ngaku-ngaku itu.
saya: nah itu poinnya. mendukung atau menolak sesuatu seharusnya didahului dgn memahaminya. tp sialnya kita sering sekali dgn gagahnya menghina 'jalan' org lain
org hindu dibilang tolol karena menyembah berhala berupa patung yg mereka ciptakan sendiri, org kristen dibilang sinting karena menuhankan manusia, dan saya yakin banyak jg diantara kita yg menganggap org islam itu idiot karena setiap hari melakukan gerakan aneh bernama shalat menghadap sebuah bangunan persegi bernama ka'bah.
tp apakah kita bnr sudah mengerti bahwa patung2 yg dibuat oleh org hindu hanyalah simbol dari 'sesuatu' yg lebih besar? apakah kita sudah mempelajari secara mendalam ttg konsep trinitas dalam kristen? dan apakah kita sudah memahami esensi dari shalat?
saya yakin jika dari kecil setiap manusia diajari utk 'memahami', dunia akan menjadi tempat yg 10 kali lebih baik dari hari ini